Berita Jateng

Ketua Yayasan Persadani Jawa Tengah Meninggal Dunia, Eks Napiter Berduka

Ketua Yayasan Persaudaraan Anak Negeri (Persadani) Jawa Tengah, Machmudi Hariono alias Yusuf meninggal dunia pada Rabu (5/10/2022).

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Yayasan Persaudaraan Anak Negeri (Persadani) Jawa Tengah, Machmudi Hariono alias Yusuf meninggal dunia pada Rabu (5/10/2022).

Yusuf menghembuskan nafas terakhir pada Rabu pagi sekira pukul 04:00 WIB di rumahnya di Jl. Sri Rejeki Timur XI no. 46 rt 08 rw 06 kel. Kalibanteng Kidul Kec. Semarang Barat Kota Semarang.

Di usianya yang masih 47 tahun, ia meninggalkan istri beserta dua anak laki-laki dan satu perempuan.

Baca juga: Lomba Membatik HBN, Wali Kota Aaf : Dorong Generasi Muda Lestarikan Batik Lokal

Baca juga: 11 Nama Warga Salatiga Dicatut Partai Politik

Baca juga: Harga Bahan Pangan Naik, Peritel Terus Atur Strategi

Dari pantauan tribunjateng.com, pukul 10:00 WIB telah ramai pelayat dari berbagai lapisan masyarakat termasuk anggota dan pembina Yayasan Persadani, Penyuluh Agama Kota Semarang dan instansi kepolisian Jawa Tengah.

Pukul 12:00 WIB, jenazah kemudian di salatkan di masjid As-Salam yang sekira 20 meter dari rumah duka.

Sekretaris Yayasan Persadani Harry Setya Rachmadi mengaku kaget atas meninggalnya Yusuf.

Yusuf, kata dia, tak memiliki riwayat maupun gejala sakit. 

"Saya kaget ketika dikabari keluarga. Katanya Mas Yusuf sudah tiada," kata Harry kepada Tribun Jateng.

Ia beserta anggota Persadani lain merasa berduka dan kehilangan mendalam atas kepergian Yusuf.

Yusuf dalam pandangan rekan-rekannya menjadi pribadi yang banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan sosial.

"Dia orangnya cekatan dan tak kenal lelah. Sering kegiatan sosial di luar rumah," sambungnya.

Senada dengan Harry, anggota Yayasan Persadani lain, Sopyanto tak percaya saat mendengar kabar rekannya meninggal.

Ia pun segera menghubungi rekan-rekannya yang lain di Yayasan Persadani untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

"Sekitar pukul 05:00 WIB ada informasi Mas Yusuf meninggal di grup Whatsapp. Lalu, saya menghubungi teman-teman yang lain," katanya.

Ia pun turut berduka dan merasakan kesedihan mendalam. 

Sementara itu, istri Yusuf belum bisa ditemui.

Hingga pukul 14:23 WIB, jenazah belum dikebumikan lantaran masih menunggu keluarga dari Jombang.

Rencananya jenazah akan dimakamkan di tempat pemakaman umum di belakang SMA Ksatrian, Semarang. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved