Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Senduduk, Tanaman Cantik yang Bermanfaat Sebagai Obat Herbal Sembuhkan Penyakit

Senduduk atau Melastoma malabathricum merupakan keluarga Melastomaceae yang telah lama dimanfaatkan

Editor: galih permadi
budi santoso/BKSDA Jateng
Senduduk atau Melastoma malabathricum merupakan keluarga Melastomaceae yang telah lama dimanfaatkan 

Jumlah bagian bunga umumnya 5, tetapi bagian bunga kelipatan 6, 7 atau 8. Corolla ungu, jarang putih, sungsang-bulat telur.

Benang sari bisa dimorfik atau sederhana. Ovarium lebih pendek dari tabung kelopak dan berakhir dengan rambut emas.

Buah dan biji: Kapsul buah berdaging, bulat, panjang 6,5-11,5 mm dan lebar 5-10,5 mm, pecah saat matang. Pulpnya berwarna biru tua. Biji berwarna jingga (Silalahi, 2020).

Habitat

Senduduk banyak tumbuh sebagai gulma di lahan pertanian.

Namun demikian tumbuhan ini dapat tumbuh di sembarang tempat, baik yang ternaungi cahaya matahari maupun terbuka.

Senduduk merupakan pionir yang agresif karena kemampuan bijinya berkecambah cepat, menginvasi tempat- tempat terbuka, tanah longsor, tepi jalan, jalan setapak, ladang yang diberakan dan rumpang di hutan serta toleran terhadap naungan.

Tumbuh sebagai gulma di lahan pertanian tanaman keras, seperti karet, kelapa, kelapa sawit, dan jati. Hidup di dataran rendah sampai ketinggian 2.000 mdpl (Susanti et al., 2013). 

Kandungan Fitokimia

Beberapa penelitian telah dilakukan pada Senduduk. salah satunya yang menguraikan bahwa ekstrak etanol daun Senduduk dengan konsentrasi 10-100 persen memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, serta memiliki aktivitas penghambatan yang kuat hingga sangat kuat terhadap pertumbuhan beberapa bakteri lain seperti Bacillus subtilis, Bacillus cereus dan Escherichia coli. Senduduk juga memiliki kemampuan menghambat bakteri S. typhi dengan konsentrasi ekstrak daun yang paling efektif dalam menghambat bakteri S. typhi yaitu 60 % (Handayani et al., 2017).

Manfaat

Berdasarkan survei di beberapa pasar tradisional di Jawa Barat terutama di Kota Bekasi, bunga khususnya benang sari telah lama diperjual-belikan untuk digunakan sebagai bahan sayuran.

Selain digunakan sebagai bahan pangan, ternyata berbagai laporan penelitian menyatakan bahwa Senduduk banyak digunakan sebagai bahan obat tradisional.

Berbagai etnis lokal di Indonesia memanfaatkan Senduduk sebagai obat tradisional.

Pedagang tumbuhan obat di Pasar tradisional Kabanjahe, Sumatera Utara memanfaatkan daun Senduduk untuk mengatasi diare, patah tulang, dan bahan sauna tradisional atau oukup.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved