Berita Semarang
Tapal Batas Perjuangan (Kembali) Merdeka di Monumen Tugu Jerakah Semarang
Monumen perjuangan setinggi 6 meter berdiri kokoh di sebelah pertigaan Jerakah.
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebuah monumen perjuangan setinggi enam meter dengan cat warna putih berdiri kokoh di sebelah pertigaan traffic light Jerakah atau di samping Kampus I UIN Walisongo Semarang.
Monumen perjuangan itu berbentuk tugu, dengan mahkota berupa lidah api.
Relief sejumlah tentara yang mengangkat senjata di sana seolah menjadi penanda, bahwa wilayah itu dulunya adalah medan pertempuran. Tepat di bawah relief, juga terukir kata-kata
"Pada tahun 1946/ 47 bumi sekitar ini telah dibasahi oleh darah para pahlawan yang telah membulatkan tekad. Lebih baik mati dari pada hidup dijajah. Membela kemerdekaan Negara Republik Indonesia,” bunyi kata-kata itu yang diresmikan pada tangal 10 November 1973".
Monumen itu memiliki arti penting perjuangan para pahlawan mempertahan kemerdekaan Indonesia.
Sejarawan Semarang, Tri Subekso mengungkapkan, Monumen Tugu Jerakah dibangun untuk mengenang perjuangan para pahlawan di seputaran wilayah Jerakah dan Tugu dalam pertempuran sepanjang tahun 1945-1947.
Ketegangan-ketegangan yang terjadi waktu itu merupakan buntut jatuhnya Semarang ke tangan Sekutu pasca Palagan 5 Hari di Semarang.
Usai peristiwa tersebut, Jerakah menjadi salah satu garis pertahanan lanjutan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Selain sebagai garis pertahanan antara pejuang kemerdekaan, Jerakah juga menjadi batas wilayah pertahanan/demarkasi,” ujarnya, Kamis (20/10/2022).
***
Sejarah Indonesia sepanjang tahun 1945–1949 dibuka dengan meletusnya berbagai pertempuran di berbagai daerah untuk mempertahankan kemerdekaan.
Selain pertempuran dengan sisa-sisa tentara Jepang, tibanya pasukan sekutu yang diboncengi Belanda dengan nama NICA (Nederlandsch Indië Civiele Administratie), menambah berat perjuangan Pasukan Kemerdekaan.
Kapal perang sekutu tiba wilayah Semarang pada 19 Oktober 1945, ketika ketegangan antara Indonesia dan militer Jepang memuncak.
Sekutu yang diwakili Inggris meredam pertempuran di sana dengan diakhiri penyerahan kendali Semarang dari Jepang kepada Inggris.
Pada tanggal 16 Mei 1946 Inggris atas nama Sekutu menyerahkan Semarang kepada pihak Belanda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/monumen-pahlawan-tugu.jpg)