Kabupaten Pekalongan
SDN 2 Ponolawen Pekalongan Kondisinya Makin Mengkhawatirkan, Tinggal Menunggu Ambruk Saja
Kondisi bangunan SD Negeri 2 Ponolawen, Kabupaten Pekalongan saat ini masuk kategori rusak parah, terutama 4 bangunan pada bagian selatan.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sebuah bangunan SD Negeri 2 Ponolawen, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, kondisinya sangat mengkhawatirkan.
Selain atap lapuk dan rawan roboh, dinding di sekolah tersebut juga retak-retak.
Bahkan, lantai sekolah seluruhnya sudah retak, bahkan lantainya banyak yang terangkat.
Tidak hanya itu, dari hasil kajian Kementerian PUPR, pondasi bangunan sekolah ini turun 5 hingga 15 sentimeter.
Baca juga: Wali Kota Aaf : Yuk Ramaikan Pusat Kuliner dan Fashion Sugihwaras Pekalongan
Pantauan Tribunjateng.com, Selasa (25/10/2022), kondisi bangunan sekolah negeri ini sangat mengkhawatirkan, lebih-lebih saat hujan.
Terlihat kondisi kerpus di bangunan sekolah yang bagian selatan mulai rapuk.
Tidak hanya itu, ada satu ruang kelas 4 yang sudah tidak digunakan karena atap bangunan mulai ambruk.
Lalu, lantai ruang guru mengalami retak dan banyak yang terangkat dikarenakan adanya penurunan tanah.
Apabila turun hujan, banyak guru dan siswa khawatir kalau atap roboh.
Sehingga, apabila turun hujan semua siswa dialihkan ke bangunan yang lain.
Seperti yang dikatakan siswa kelas V SD Negeri 2 Ponolawen, Nademi Adela Zulfa.
Dia mengatakan, kondisi bangunan sekolah tersebut sangat mengkhawatirkan.
Baca juga: Tinjau Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi di Kota Pekalongan, Ini Kata Wali Kota Aaf
"Sebenarnya takut, jika atap ruangan kelas ambrol."
"Terus kalau hujan sering bocor," kata Nademi kepada Tribunjateng.com, Selasa (25/10/2022).
Dia berharap punya sekolah yang bersih rapi dan tidak kebocoran.
"Walaupun kondisinya seperti ini, saya dan teman-teman masih semangat belajar," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 2 Ponolawen, Ari B Sulistyo mengatakan, upaya sekolah tidak henti-hentinya untuk mengajukan bantuan ke pemerintah.
"Bangunan ini dibangun pada sekira 1978 dan baru direhab sekali pada 1985."
"Kondisi bangunan SD Negeri 2 Ponolawen saat ini masuk kategori rusak parah, terutama 4 bangunan pada bagian selatan."
"Termasuk ruang guru dan dapur yang juga mengalami kerusakan parah."
"Atap juga sudah tidak bisa diperbaiki, bahkan tukang saja tidak berani untuk naik ke atas karena kondisinya karpus genteng (kayu) sudah lapuk, lantai, dan tembok retak," kata Ari kepada Tribunjateng.com, Selasa (25/10/2022).
Baca juga: Dinhub Kota Pekalongan Lakukan Pemeliharaan Rutin Rambu Lalu Lintas
Menurutnya, kondisi seperti sudah berlangsung sejak 2019.
Sekolah juga sudah pernah disurvei oleh Kementerian PUPR pada Oktober 2019.
Disurvei lagi pada Oktober 2021, tapi sampai saat ini belum ada kejelasannya, kapan mau diperbaiki.
"Meskipun sudah dua kali ditinjau oleh Kementerian PUPR, namun bantuan rehab pembangunan ulang sekolah belum menemui titik terang."
"Nah dengan adanya Kementerian PUPR yang sudah masuk, waiting list di Jakarta katanya."
"Sehingga tidak bisa diusulkan melalui Dana Anggaran Khusus (DAK) tingkat Kabupaten Pekalongan," jelasnya.
Apabila mendapatkan bantuan DAK untuk rehab hanya bisa digunakan untuk perbaiki dan untuk pondasi tidak bisa.
"Kondisi atasnya sudah tidak bisa diperbaiki lagi."
"Bahkan dari Kementerian PUPR, bangunan ini tidak bisa direhab secara ringan atau sedang."
"Harus dirobohkan dan dipondasi ulang."
"Tidak tahu kalau ada bantuan dari APBD ataupun aspirasi dewan, tidak tahu juga," imbuhnya.

Baca juga: Relawan Penanggulangan Bencana di Kota Pekalongan Siap Sinkronkan Mitigasi Bencana
Pihaknya menjelaskan, untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) saat ini masih berjalan normal, namun harus dengan kehati-hatian mengingat sudah memasuki musim hujan.
"KBM masih berjalan dengan normal, walaupun kalau musim hujan sangat mengkhawatirkan."
"Bangunan di sisi selatan ini yang digunakan hanya dua kelas yaitu kelas 5 dan 6."
"Tetapi kalau hujan harus siap-siap karena bocor."
"Lalu, satu ruang kepala yang digunakan untuk pembelajaran kelas 1."
"Kemudian ruang guru sudah kami pindahkan ke ruang perpustakaan."
"Hal itu karena ada retakan bangunan yang sampai berlubang dan sampai kelihatan di depan, sehingga takutnya tambah parah," jelasnya.
Tidak hanya itu, ada ruangan yang ditutup yaitu ruangan kelas 4, kondisinya parah atapnya sudah ambruk sendiri.
"Kalau kondisi hujan ini semua guru khawatir, dua tahun kemarin waktu ada Covid-19 ruangan kelas ini ditutup."
"Dengan adanya seperti ini terpaksa ddigunakan tapi perlu kehati-hatian."
"Kalau hujan dialihkan ke kelas yang lain," katanya.
Baca juga: Wawalkot Pekalongan Ajak Masyarakat Terima Petugas Regsosek dengan Baik
Pihaknya menambahkan, upaya dari pihak sekolah untuk melakukan pengajuan perbaikan sekolah sudah dilakukan seperti melalui dapodik.
"Di dapodik kami sudah dilaporkan rusak berat."
"Lalu upaya lagi yaitu melapor ke dinas pendidikan."
"Informasinya akab dimasukkan sebagai program pioritas pada 2023 mendapatkan bantuan DAK," jelasnya
Ari berharap, bantuan tersebut segera terealisasikan demi kelancaran dan keamanan anak didik.
Pihaknya pun memohon kepada pemerintah untuk dapat segera dilakukan rehabilitasi, karena kondisi bangunan SD Negeri 2 Ponolawen sangat mengkhawatirkan.
"Tahun ini SD Negeri 2 Ponolawen untuk tahun ajaran baru hanya menerima 3 siswa."
"Mungkin, karena kondisinya bangunan jadi salah satu faktornya."
"Total siswa dari kelas 1-6 hanya 81 siswa," ucapnya. (*)
Baca juga: Masih Adakah Apotek Jual Obat Sirup Larangan Pemerintah di Jepara? Ini Hasil Sidak Edy Supriyanta
Baca juga: Kasus Gagal Ginjal Akut, Petrus Haryanto : Ini Fenomena Gunung Es yang Dialami Pasien Anak
Baca juga: Tampang Wanita Bercadar yang Terobos Istana Merdeka Bawa Senjata Api
Baca juga: 5 Camilan Sehat Bantu Turunkan Kadar Gula Darah dan Atasi Diabetes