Berita Kudus
Ketua DPRD Kudus Minta Pembangunan Infrastruktur Harus Berkualitas
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan monitoring beberapa proyek pembangunan sarana fasilitas kesehatan dan pendidikan.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Supaya, gedung penunjang pelayanan kesehatan tersebut bisa digunakan mulai awal 2023 mendatang.
"Kami sudah mengecek sejauh mana prosentase pembangunannya, dan seperti apa kualitas pembangunannya.
Pembangunan masih berjalan, untuk lantai 3 harus cepat ditutup atap karena sudah memasuki musim penghujan," ujarnya.
Ngateman menyebut, anggaran yang dikeluarkan untuk membangun gedung IBS cukup besar, meskipun baru sebatas sampai lantai tiga pada tahun ini.
Katanya, sarana penunjang layanan kesehatan ini sangat dibutuhkan masyarakat, karena saat ini sudah memasuki penghujan yang rawan munculnya berbagai penyakit.
"Pembangunan gedung di RSUD ini harus dipercepat, banyak pasien membutuhkan.
Kabarnya sanggup diselesaikan maksimal 20 Desember, dan awal 2023 bisa dioperasikan," tuturnya.
Ruang Kelas SD
Selain itu, Ngateman menerangkan, pembangunan ruang kelas SD 4 di Prambatan Kidul tidak kalah penting.
Karena dua ruang kelas di sekolah tersebut rusak parah, sehingga siswanya terpaksa diungsikan menempati ruang perpustakaan dan ruang lainnya sementara waktu.
"Ruang kelas di SD 4 Prambatan Kidul ada yang roboh, pembangunan sudah berjalan, dan secepatnya harus selesai semua.
Kasihan anak-anak kalau tidak mendapatkan ruang kelas yang layak untuk pembelajaran," tegasnya.
Pihaknya berharap, dinas atau instansi terkait bisa melaksanakan pembangunan fisik sebaik mungkin, karena menyangkut keselamatan jiwa. (ADV/SAM)
Gedung IBS RSUD Dianggarkan Rp 58,4 Miliar
PROYEK Pembangunan Gedung Instalasi Bedah Sentral (IBS) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus saat ini masih dalam tahap konstruksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TINJAU-PROYEK-PEMBANGUNAN-Ketua-DPRD-Kabupaten-Kudus-Masan-bersama-Komisi-D_1.jpg)