Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Olahraga

Cerita Prestasi Yuni Kartika Juara di Usia 15 Tahun, di Bawah Bayang-bayang Susi Susanti

Ketua Pengkab PBSI Kudus ini dulu adalah atlet bulutangkis putri andalan Indonesia, seangkatan Susi Susanti. Meski nama Yuni Kartika di bawah bayang-b

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Ketua PBSI Kabupaten Kudus, Yuni Kartika. 

Berbekal senjata andalannya yakni pukulan chop atau dropshop milik Yuni, menjadikan dirinya pemain yang diperhitungkan. Lantaran banyak pemain yang sukar menebak kemana arah pukulan dropshop itu.

Nama Yuni makin tenar seusai dia menjadi juara pada kejuaraan German Open Junior di tahun 1990. Karena hal itu, dia terpilih mewakili Indonesia pada Invitasi Kejuaraan Dunia Yunior di tahun 1990.

Saat itu pula Yuni langsung menjawab kepercayaan masyarakat Indonesia dengan mempersembahkan gelar juara.

Di tahun 1991, Yuni berhadapan dengan Sarwendah Kusumawardani pada Dutch Open yang menyebabkan dirinya harus menyerah di babak semifinal.

Pada tahun 1992, Dia sempat menjadi finalis Malaysia Open, langkahnya menjangkau partai puncak semakin ringan setelah membekuk pemain kuat saat itu, Ye Zhaoying (Cina) dan Lee Heung Soon (Korea).

Piala Uber

Di tahun 1993 ia sempat mengikuti kejuaraan dunia. Sayang pemain Korea Selatan Lee Heung Soon yang pernah dikalahkannya, bisa berbalik unggul di babak kelima.

"Puncak tahun 1992, sudah masuk rangking di top 10 dunia, rangking sudah di belakangnya Susi Susanti, pada saat Piala Uber 1994," urainya.

Yuni Kartika juga sempat menjadi bagian dari tim piala Uber Indonesia. Tercatat dua kali ia menjadi anggota tim piala Uber Indonesia. Dari dua kali keikutsertaanya di piala Uber, ia bersama rekan-rekannya sempat merebut piala Uber di tahun 1994.

Menjadi dua kali semifinalis sempat ia rasakan di tahun 1994. Saat semifinal kejuaraan Indonesia Open membuatnya harus puas menjadi semifinalis setelah dihentikan oleh Susi Susanti.

Susi pula yang menghentikan aksinya di kejuaraan Indonesia Open 1996. Pertemuan kedua pemain kebanggaan Indonesia terjadi lagi di babak semifinal namun Yuni kembali dibekuk oleh Susi Susanti.

"Susi Susanti sulit dikalahkan, dia rangking satu dunia bulutangkis putri. Jadi ya seperti itu indikator pemain dunia," terang presenter olahraga di televisi swasta ini.

Sampai kapan pun dia mengenang kehebatan Susi Suanti, yang dulu teman sekamarnya. Terima kasih perjuangannya Yuni. (Rezanda Akbar/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved