Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Mentari Sehat Indonesia Kolaborasi dengan Pemkab Karanganyar Perkuat Penanganan TBC

Pihak MSI berkolaborasi dengan Pemkab Karanganyar dalam rangka penanganan TBC.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Konferensi pers upaya kolaborasi penanggulangan tuberkulosis di Hotel Permata Sari Karanganyar, Senin (31/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pihak Mentari Sehat Indonesia (MSI) berkolaborasi dengan Pemkab Karanganyar dalam rangka penanganan tuberkulosis (TBC) di Bumi Intanpari.

Kepala Sub Sub-Recipient (SSR) MSI Karanganyar, Darsi menyampaikan, MSI merupakan mitra dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar dalam rangka penanganan TBC khususnya di wilayah Karanganyar. Selama ini MSI membantu dinas terkait dalam rangka proses investigasi kontak erat pasien positif TBC.

Dalam melakukan investigasi kontak erat paling tidak harus dilakukan pengecekan terhadap 20 orang terdekat pasien yang terlibat kontak atau komunikasi, baik itu anggota keluarga maupun tetangga. 

Ada sekitar 2-3 orang kader MSI di masing-masing kecamatan wilayah Kabupaten Karanganyar yang nantinya melakukan investigasi kontak erat pasien TBC.

Setelah mendapatkan data pasien dari dinas kesehatan, kader dari MSI di masing-masing kecamatan akan melakukan kunjungan bersama programer TBC puskesmas setempat untuk melakukan investigasi kontak erat. 

"Apabila ada yang mengalami gejala klinik TBC langsung dilakukan pengecekan dahak, tim (kader MSI) mengantar ke puskesmas untuk penegakan diagnosa apakan terkena TBC atau tidak," katanya kepada Tribunjateng.com usai konferensi pers terkait upaya kolaborasi penanggulangan tuberkulosis di Hotel Permata Sari Karanganyar, Senin (31/10/2022). 

Selain itu pihaknya juga mendorong pihak rumah sakit swasta, dokter praktek ataupun klinik dapat berperan aktif dalam penemuan suspek TBC.

Mengingat selama ini belum semua rumah sakit swasta atau klinik yang melaporkan pasien dengan gejala TBC ke DKK. 

Di sisi lain pihaknya juga mendorong pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta untuk memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) melalui pertemuan baik dengan pihak legislatif maupun eksekutif.

Hal tersebut dalam rangka meningkatkan kesadaran dan komitmen para pemangku kebijakan terkait upaya penanggulangan TBC di Karanganyar. 

Perwakilan Koalisi Organisasi Profesi Indonesia (KOPI) TB sekaligusSub Koordinator Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) DKK Karanganyar, Sri Winarno menyampaikan, penemuan pasien suspek TBC di wilayah Karanganyar masih jauh dari target.

Dalam penanggulangan TBC ada beberapa strategi di antaranya yakni dengan cara menemukan sebanyak mungkin pasien suspek atau terduga TBC.

Pasien suspek merupakan orang dengan gejala klinis TBC seperti berdahak, berat badan berkurang drastis, badan panas, dan berkeringat saat malam hari tanpa melakukan aktivitas. 

Dengan adanya MSI sebagai mitra pemda diharapkan penemuan kasus TBC nantinya dapat meningkat. Begitu juga bantuan dari rumah sakit swasta, klinik dan dokter praktek.

Pasalnya terkait kasus TBC yang termasuk penyakit menular apabila semakin banyak ditemukan pasien dengan gejala tersebut justru akan semakin baik. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved