Berita Karanganyar
Mentari Sehat Indonesia Kolaborasi dengan Pemkab Karanganyar Perkuat Penanganan TBC
Pihak MSI berkolaborasi dengan Pemkab Karanganyar dalam rangka penanganan TBC.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: sujarwo
"Di Karanganyar 2022 minimal targetnya menemukan pasien positif TBC sebanyak 1.800-an. Sementara per September 2022, telah menemukan 6.000-an terduga TBC dan dari jumlah itu 600-an orang positif TBC," terangnya.
Dia menjelaskan, upaya penemuan terduga TBC dapat dilakukan dengan cara penemuan aktif yakni tenaga kesehatan secara langsung melakukan pemeriksaan kepada kelompok masyarakat meskipun tidak ada kasus TBC.
Kemudian penemuan pasif yakni melalui skrining di faskes baik itu klinik, dokter praktek, rumah sakit dan puskesmas.
"Di Karanganyar memiliki 3 alat TCM, pemeriksa TBC yakni di RSUD, Puskesmas Colomadu II dan Puskesmas Karangpandan. Di Puskesmas Karangpandan sedang trouble dan kita mintakan ke pusat tapi belum diberikan. Minimal di Karanganyar paling tidak harus punya 4 alat pemeriksa TBC," jelasnya.
Ada dua tipe TBC yakni TB SO (sensitif obat) yang mana pengobatan pasien dengan pemberian obat dilakukan selama kurun waktu 6 bulan tanpa putus dan TB RO (resisten obat) yang mana pengobatan pasien dilakukan bisa selama 2 tahun.
Sementara itu Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo menambahkan, data penderita TBC menjadi hal yang penting dalam rangka evaluasi percepatan penanganan TBC. Selain kolaborasi semua pihak pemangku kebijakan.
"Ini menjadi pengingat kepada pemangku kebijakan untuk fokus penanganan TBC. Kami dari DPRD akan memberikan dorongan, penganggaran yang ada di DKK)," imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kolaborasi-msi-dan-pemkab3.jpg)