Berita Kesehatan
Pakis Bang, Tumbuhan Paku Bermanfaat untuk Obat Tradisional Pencegah Anemia
Pakis bang (Stenochlaena palutris) merupakan tumbuhan paku – pakuan (Pteridophyta) yang berasal dari daerah tropik.
TRIBUNJATENG.COM - Pakis bang (Stenochlaena palutris) merupakan tumbuhan paku – pakuan (Pteridophyta) yang berasal dari daerah tropik.
Stenochlaena berasal dari bahasa Yunani yaitu stenos yang artinyanya sempit atau kecil dan chlaina yang artinya selubung.
Tumbuhan paku – pakuan ini dikenal memiliki banyak nama daerah diantaranya yaitu Paku hurang (Sunda), Pakis bang (Jawa), Paku limbeh (Sampit), Lambiding (Aceh), Lumiding (Melayu), Paku limbeh (Minangkabau), Kelakai (Kalimantan Selatan, wewesu (Bugis), dan Lage – lage (Ternate).
Deskripsi
Pakis bang pada umumnya tumbuh memanjat di pohon.
Berbatang panjang, rimpangnya menjalar atau rambat, berwarna hijau, dan tidak berduri ketika dewasa.
Rimpangnya berwarna hitam dan kuat ditutupi oleh serabut berwarna coklat, tidak berduri saat dewasa, sering bercabang, dan dapat mencapai ukuran yang panjang.
Batangnya licin, keras dan kuat.
Bagian depan batang berwarna hijau kehitaman dan beralur dalam, sedangkan bagian belakangnya tidak beralur dan berwarna hijau kecoklatan.
Daun steril majemuk tersusun menyirip tunggal genap.
Daun bertangkai sangat pendek.
Daun yang masih muda berwarna merah, bertekstur lembut dan tipis, semakin dewasa daun mengalami perubahan warna menjadi kecoklatan dan pada akhirnya menjadi hijau tua, tekstur yang tebal, keras dan kaku.
Panjang tangkai daun spesies ini pada umumnya 15 – 20 cm.
Daunnya memiliki panjang sekitar 40 – 80 cm dengan jumlah anak daun 8 – 15 pasang anak daun.
Bagian abaksial daun berwarna lebih muda. Pina berbentuk lanset, ujungnya meruncing, basalnya membulat dan tepinya bergerigi tajam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pakis-bang-stenochlaena-palutris-merupakan-tumbuhan-paku-pakuan.jpg)