Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kuliner

Waroenk Jalanan Ini Bikin Steak Ala Restoran, Penjualnya Ternyata Pernah Jadi Koki

Waroenk Jalanan Verosincky menyajikan makanan western dengan harga terjangkau.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Pemilik Waroenk Jalanan Verosincky, Agus Saputro. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jika biasanya hidangan Western ataupun Chinese food disajikan di resto-resto mahal, berbeda dengan salah satu warung di Semarang ini, Waroenk Jalanan Verosincky namanya. 

Sesuai namanya, warung sederhana ini terletak di pinggir jalan, tepatnya di Jalan Letnan S Parman, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. 

Sejak pagi, warung bergerobak dengan sejumlah kursi dan meja di depannya itu sudah dipenuhi pembeli.

Pasalnya, makanan western satu ini dipasarkan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 11.000 hingga Rp 25.000 saja. 

Pemilik Waroenk Jalanan Verosincky, Agus Saputro, menuturkan, meski steak buatannya itu dijual dengan harga murah, rasanya tak kalah jauh dengan makanan di restoran mahal. 

Agus mengatakan, jauh sebelum mendirikan warung ini, ia telah menjadi juru masak sejak tahun 2006 hingga 2017 di sejumlah restoran mahal, seperti Kitchen 8, Selasih Resto, bahkan Avenue. 

“Dulu pindah dari resto satu ke resto yang lain, jadi koki disana. Karena memang bakatnya masak, tahun 2017 fokus bangun warung ini,” katanya baru-baru ini.

Uniknya, di balik berdirinya warung steak ini lantaran didasari atas keinginan putri sulungnya, Verosincky.

Agus menyebut, anak pertamaanya itu selalu mendapat juara di sekolah. Bahkan, saat ini sedang menjabat sebagai ketua OSIS di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Semarang. 

Tak lantas meminta hadiah mewah kepada sang Ayah, Verosincky hanya ingin dibuatkan sebuah warung

“Anaknya juara terus, tidak minta hadiah malah nyuruh bapaknya bikin warung. Makanya ini saya namain Waroenk Jalanan Verosincky,” imbuh dia. 

Sembari menyiapkan pesanan, Agus mengatakan, sebelum berwujud warung dengan atap dan tatanan kursi, dulunya dirinya hanya berjualan dengan terpal dan beberapa kursi. Lantaran semakin banyak peminat, akhirnya dirinya melebarkan warung steak ini. 

Lebih jelas Agus mengatakan, warung steak yang dibangun itu buka pada hari Senin hingga Sabtu, pukul 07.00 WIB sampai 17.30 WIB. Tak heran, pelanggan Waroenk Jalanan Verosincky berasal dari berbagai kalangan. 

“Alhamdulillah dari dulu pas masih pakai terpak sampai sekarang ramai terus, setiap harinya. Kecuali hari Minggu, karena libur,” terang dia. 

Dalam satu hari, Agus bisa menghabiskan kurang lebih 10 kilogram ayam fillet untuk menyajikan beragam varian steak, diantaranya, original, lada hitam, rica-rica, saus tiram, dan masih banyak lagi. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved