Berita Semarang

Di Hadapan Gus Yasin, 2 Pengurus Yayasan RSI Sultan Hadlirin Jepara Bersepakat Damai

Dualisme kepengurusan Yayasan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Hadlirin membuat Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen turun tangan.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: m nur huda
TRIBUNMURIA/YUNANSETIAWAN
Wagub Jawa Tengah Gus Yasin saat ditemui Tribun di Setda Jepara, Selasa (15/11/2022), usai memimpin mediasi dua pengurus Yayasan RSI Sultan Hadlirin Jepara. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Dualisme kepengurusan Yayasan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Hadlirin membuat Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen turun tangan.

Dia datang langsung ke Jepara untuk memediasi dua kubu yang berseteru mengelola rumah sakit tersebut.

Konflik ini terjadi antara kubu pengurus baru dan kubu pengurus lama.

Perwakilan kubu pengurus baru yang menghadiri pertemuan ini adalah Ketua Dewan Pengurus Mashudi, Wakil Ketua Dewan Pengurus Dian Kristiandi, dan Ketua Dewan Pembina Nur Yahman.

Sementara dari kubu pengurus lama yang hadir, Ketua Dewan Pembina Ahmad Marzuqi, Ketua Dewan Pengurus Edy Sujatmiko.

Proses penyelesaian kepengurusan Yayasan RSI Sultan Hadlirin tidak hanya dihadiri dua kubu tersebut. Mantan Bupati Jepara Hendro Martojo dan Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadi’in Balekambang KH Ma’mun Abdullah.

Mediasi ini berlangsung tertutup, di Command Centre, Selasa (15/11/2022). 

Wartawan tidak diperkenankan mengikuti pembahasan penyelesaian konflik antara dua kubu tersebut. Yang menarik dari proses pembahasan ini adalah untuk pertama kalinya tiga mantan Bupati Jepara Hendro Martojo (2022-2012), Ahmad Marzuqi (2012-2019), Dian Kristiandi (2019-2022). 

Meski dihadiri langsung oleh Wagub Taj Yasin Maimoen tak serta merta membuat dua pengurus dengan cepat  bisa menyelesaikan permasalahan ini. Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini berkali-kali mengingatkan kepada kedua belah pihak untuk mementingkan umat dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi.

Peringatan itu tak membuat kedua belah pihak luluh. Masing-masing kubu masih bersikukuh dengan argumentasinya. 

Gus Yasin kembali memperingatkan kepada dua kubu tersebut, apabila tidak mau mencari jalan terbaik di forum tersebut, konflik akan semakin lama, dan izin operasional rumah sakit terancam tidak bisa diperpanjang.

Setelah melalui proses pembahasan alot dan membutuhkan waktu sekira empat jam. Akhirnya kedua kubu besepakat damai.

Atas kesepakatan ini, Gus Yasin meyakini kedua kubu sebenarnya memiliki niat yang sama, yakni membangun rumah sakit lebih lagi.

Setelah kesepakatan damai ini terjadi, dua pengurus langsung berunding membentuk pengurus baru di tubuh yayasan.

“Rumah sakit Islam ini amanat dari masyarakat, sehingga harus kita pertahankan. Yang nawacita kita semua adalah menjadikan rumah sakit Islam ini tetap eksis, berkembang, syukur-syukur dari tipe b bisa menjadi tipe A,” ujar Gus Yasin kepada tribunmuria.com.

Dia optimis setelah pertemuan tersebut kedua belah sudah menemukan titik temu. Jadi, tidak ada kekhawatiran proses perundingan menemui jalan buntu. Karena kedua belah pihak sudah bersepakat mengakhiri konflik.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta mengungkapkan pembahasan susunan pengurus baru telah rampung. Hasilnya, ia dituntjuk menjadi Ketua Dewan Pembina. Adapun anggotanya terdiri dari Ahmad Marzuqi, Dian Kristiandi, dan Mashudi.

“Harapannya nanti ke depan dengan adanya pengurus-pengurus ini, RSI jadi lebih bagus,” tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved