Berita Blora

Respon Banyaknya Kasus Kekerasan Libatkan Pelajar di Blora, Begini Tanggapan DPRD

Banyaknya kasus kekerasan yang melibatkan pelajar baru-baru ini cukup menjadi keprihatinan tersendiri bagi banyak kalangan.

Penulis: ahmad mustakim | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNMURIA/AHMAD MUSTAKIM
Ketua Komisi D DPRD Blora, Ahmad Labib Hilmy saat ditemui tribunmuria.com 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Banyaknya kasus kekerasan yang melibatkan pelajar baru-baru ini cukup menjadi keprihatinan tersendiri bagi banyak kalangan.

Mulai dari kasus duel antar pelajar SMP, pengeroyokan Cepu hingga kasus pembacokan yang juga melibatkan anak-anak yang terjadi di wilayah Blora.

Ketua Komisi D DPRD Blora, Ahmad Labib Hilmy pun ikut menanggapi terkait kasus perkelahian atau  pengeroyokan di beberapa wilayah di Blora.

"Ini menjadi perhatian khusus dalam dunia pendidikan kita. Ini kita butuh solusi yang konkrit agar bisa dikontrol," ucap Ahmad Labib Hilmy kepada tribunmuria.com, Kamis (17/11/2022).

Ahmad Labib Hilmy menuturkan, pemahaman terkait banyak kasus ini tidak lepas dari dinas pendidikan ataupun sekolah saja.

"Artinya peran orang tua juga perlu dan sangat dibutuhkan, pengawasan orang tua," tutur Ahmad Labib Hilmy.

Menurut Ahmad Labib Hilmy, menyadari bahwa dampak dari kevakuman dunia pendidikan selama 3 tahun ini.

"Ini menjadi PR yang sangat berat sekali. Bagaimana mengejar ketertinggalan entah itu secara ilmiah maupun secara karakter," jelas Ahmad Labib Hilmy.

Ahmad Labib Hilmy menyadari selama covid 19 meski pendidikan tetap dilakukan dengan daring, ternyata hasilnya juga belum maksimal.

"Intinya, ini menjadi evaluasi bersama. Perkembangan psikologis, sosiologis, ada pada siswa di Blora Ini ada pada membangun sinergitas lembaga pendidikan dengan pihak orang tua," papar Ahmad Labib Hilmy.

Diterangkannya, peran orang tua sangat berpengaruh pada perkembangan anak.

"Mekanisme pengawasan dinas pendidikan ini akan kita perketat dengan sanksi yang memberikan efek jera bagi siswa yang melakukan kesalahan," tegas Ahmad Labib Hilmy.

Lanjut Ahmad Labib Hilmy, terkait mekanisme pengajaran, pihaknya memperhatikan aspek pendidikan karakter.

"Bagaimana kita mengajarkan siswa itu dan mengutamakan pembentukan perilaku yang baik," pungkas Ahmad Labib Hilmy.

Baca juga: Model GI Efektif Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA

Baca juga: 12 Atlet Belia Terpilih Jadi Anggota Baru PB Djarum, Ini Daftar Nama-namanya

Baca juga: Model CIRC Mempermudah Siswa Menemukan Ide Pokok Paragraf

Baca juga: Puluhan Sertifikat Program PTSL 2018 Desa Talun Belum Jadi, Begini Penjelasan BPN Pati

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved