Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Kesaksian Korban Banjir Bandang Setinggi Rumah di Tambakromo Pati: Naik Genting, Semua Hanyut

Banjir bandang melanda wilayah Pati bagian selatan, meliputi area Kecamatan Winong, Gabus, Kayen, dan Tambakromo, Rabu (30/11/2022) malam

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal
Warga Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Pati, Jateng membersihkan rumah dari endapan lumpur yang ditinggalkan banjir bandang, Kamis (1/12/2022). 

Bahkan, banyak warga yang kehilangan hewan ternak.

Liswati, warga lainnya, mengaku trauma dengan banjir semalam.

Warga Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kamis (1/12/2022) membersihkan endapan lumpur yang ditinggalkan banjir bandang yang terjadi Rabu (30/11/2022) malam.
Warga Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kamis (1/12/2022) membersihkan endapan lumpur yang ditinggalkan banjir bandang yang terjadi Rabu (30/11/2022) malam. (TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal)

Seumur hidupnya, perempuan berusia 45 tahun ini mengaku belum pernah merasakan banjir separah ini.

"Banjir semalam bikin saya trauma. Biasanya paling tinggi cuma sepinggang. Semalam kenceng banget airnya, jadi kayak sungai, deras. Saya lari ke genting menyelamatkan diri," kata dia.

Liswati berharap hutan di pegunungan wilayah selatan Pati jangan sampai gundul.

Baca juga: Kota Semarang Diteror Kemacetan, Kapasitas Jalan Tak Sebanding Dengan Pertumbuhan Kendaraan

Baca juga: Tak Sengaja Didengar Bharada E, Ini Obrolan Ferdy Sambo dan Istri Soal Rencana Penembakan Brigadir J

"Sebab, kalau hutan gundul, kami yang di bawah yang terkena dampak banjir," tandas dia.

Camat Tambakromo Mirza Nur Hidayat mengatakan, terdapat 632 rumah yang terkena banjir tadi malam.

Tiga di antaranya ambruk, rata dengan ranah. Kemudian 212 rumah rusak sedang dengan kerusakan di tembok.

"Lalu 417 rumah rusak ringan. Bangunannya masih utuh tetapi di dalam kocar-kacir,” ujar Mirza saat diwawancarai TribunMuria.com, Kamis (1/12/2022) siang. 

Adapun korban meninggal dunia ialah Suwami dan Sumirah.

Keduanya merupakan perempuan lanjut usia berusia 60 tahun. Suwami meninggal di rumah sakit, sementara Sumirah meninggal di lokasi banjir.

Masjid Jami' Miftahul Huda Dukuh Krajan dan Masjid Dukuh Cengklik dijadikan posko pengungsian. 

Semalam sekira 200-an keluarga mengungsi ke dua masjid tersebut.

Adapun saat ini tinggal tersisa sekira 50 warga.

Selebihnya kembali ke rumah untuk membersihkan rumah dari endapan lumpur sisa banjir.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved