Berita Semarang

Kota Semarang Diteror Kemacetan, Kapasitas Jalan Tak Sebanding Dengan Pertumbuhan Kendaraan

Semakin sesaknya jalanan Kota Semarang juga diakui oleh masyarakat yang setiap hari beraktivitas menggunakan kendaraan

Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Budi Susanto
Kepadatan lalulintas di Jalan Jenderal Sudirman Kota Semarang pada siang hari, Kamis (1/12/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kemacetan acapkali mewarnai jalanan di Kota Semarang.

Bahkan kondisi itu sering dialami pengguna jalan setiap pagi dan sore hari.

Hal itu dikarenakan jumlah kendaraan di Kota Semarang meningkat setiap tahunnya.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Geikindo) mencatat, jumlah kendaraan di Kota Semarang pada 2019 di angka 1.651.895 unit.

Jumlah tersebut terbagi dari beberapa golongan seperti sepeda motor, mobil penumpang, bus, dan truk.

Baca juga: Inilah Sosok Pengantin Wanita Palsu Duduk di Pelaminan Bersama Ryan, Tutupi Aib Batal Nikah

Baca juga: Banjir Bandang di Tambakromo Pati, Air Mencapai Atap Rumah, Dua Lansia Tewas, Tak Pernah Separah Ini

Angka tersebut terus merangkak naik pada 2020 dengan total jumlah kendaraan mencapai 1.693.227 unit.

Pada 2021 akhir, peningkatan jumlah kendaraan di Kota Semarang cukup signifikan dengan total di angka 1.875.781 unit.

Sementara itu, BPS Provinsi Jateng mencatat jumlah total kendaraan yang ada di Jateng mencapai 20 juta unit lebih pada 2021.

Dari jumlah itu, Kota Semarang menempati urutan pertama dengan jumlah kendaraan terbanyak dengan prosentase hampir 1 persen dari total kendaraan di Jateng atau 1,8 juta unit lebih.

Kondisi itu menyebabkan jalanan Ibu Kota Jateng tak bisa lepas dari teror kemacetan.

Semakin sesaknya jalanan Kota Semarang juga diakui oleh masyarakat yang setiap hari beraktivitas menggunakan kendaraan.

"Di bandingkan lima tahun lalu atau sekitar 2017, jalanan di Kota Semarang semakin padat," kata Imam Pramuji (45) warga Pusponjolo Kota Semarang, Kamis (1/12/2022).

Dilanjutkan, kemacetan di sejumlah ruas jalan di Kota Semarang pada 2017 juga tak separah sekarang.

Ia memberikan contoh di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Ahmad Yani pada 2017 belum sepadat sekarang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved