Berita Semarang
Alasan Mbah Gober Sopir Tronton Tak Mau Terjang Rob di Tanjung Emas Semarang: Terabas Bisa, Tapi. .
Puluhan truk tertahan di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang akibat banjir rob. Mereka terpaksa memarkirkan kendaraanya di pinggir jalan
Penulis: iwan Arifianto | Editor: muslimah
Pantauan Tribun di lokasi, akibat bob ribuan pekerja di kawasan pelabuhan terpaksa jalan kaki.
Hanya segelintir pekerja yang berani menerabas air rob dengan sepeda motor.
Menurut penuturan beberapa pekerja, kejadian banjir rob itu memantik trauma mereka selepas kejadian jebolnya tanggul Lamicitra beberapa bulan lalu.
"Iya, saya pribadi dan kawan-kawan pada trauma," ujar pekerja pabrik di Kawasan Tanjung Emas, Upik Wiyandar kepada Tribun Jateng.
Rasa trauma yang dialami para pekerja lantaran takut kerusakan kendaraan akibat kejadian banjir rob tersebut.
Para karyawan harus memperbaiki motor dengan biaya jutaan rupiah.
"Saya habis jutaan, habis segitu tidak ada subsidi dari perusahaan. Makanya banjir kali ini motor saya titipin," terang warga Pedurungan itu.
Ia pun meminta kepada pemerintah persoalan ini dapat segera diselesaikan.
"Tolong pak Ganjar, tolonglah kami, tolonglah kami. Mikirkan nasib kami karyawan di pelabuhan Tanjung Emas" katanya.
Karyawan pabrik PT Grand Best Indonesia itu mengaku, terpaksa harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer atau harus ditempuh selama 30 menit.
"Saya sudah 12 tahun bekerja di kawasan ini, sudah sering banjir tapi tahun ini paling sering. Tanggul jebol paling parah," ungkapnya.
Karyawan pabrik Korina Semarang Tyas mengaku, harus jalan kaki sejauh 30 menit untuk sampai di tempatnya bekerja di kawasan Lamicitra.
"Infonya depan pabrik kering, hanya akses masuk sini saja yang kerendam rob," katanya.
Diakuinya, banjir rob bikin pekerja di pelabuhan susah.
"Kalau bisa ya jangan gini lagi," terangnya singkat sembari lekas berjalan kaki.
Informasi dari BMKG Semarang, banjir rob di kawasan pelabuhan Tanjung Emas terjadi akibat tingginya gelombang laut.
Khusus di kawasan pesisir Semarang setinggi 190 sentimeter pada Jumat (2/12/2022) pukul 03.00.
Kondisi itu diperparah dengan hujan intensitas sedang yang guyur kawasan pesisir. (Iwn)