Breaking News:

Berita Semarang

Peserta Arisan Japo Memilih Lanjutkan Gugatan Perdata yang Dilayangkan Pengelola

Proses mediasi gugatan perdata yang dilayangkan pengelola arisan Japo berujung buntu.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Proses mediasi gugatan perdata yang dilayangkan pengelola arisan Japo di Pengadilan Negeri Semarang berujung buntu. Para peserta arisan memilih melanjutkan gugatan perdata tersebut.

Purnawita Kurnia Sari, satu diantara peserta arisan, disasar untuk bertanggung jawab macetnya arisan. Dia  dituding tidak membayar uang arisan dan menyebabkan pengelola gagal bayar.

"Saya member atas dan bawah. Waktu saya tidak mampu bayar saya menemui pengelolanya tapi tidak terjadi kesepakatan. Suaminya menyiarkan bahwa ada anggota yang macet yaitu saya dan lina," tuturnya,  usai mengikuti mediasi di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (6/12/2022).

Menurutnya, pada arisan itu dituding macet Rp 2,2 miliar tanpa ada bukti yang akurat. Hingga akhirnya dia dilaporkan ke Polda.

"Hasil penyidikan dihentikan karena tidak cukup bukti. Namun tidak berhenti disitu pihak pengelola memberikan data lagi Rp 1,4 miliar ke penyidik namun tidak terbukti," ujarnya.

Pada akhirnya dia bersama satu member lainnya yaitu Lina digugat untuk dimintai pertanggung jawaban. Nilai digugatkan hingga puluhan miliar rupiah.

"Nilai yang digugatkan Rp 10, 5 miliar dan Rp 20 miliar total Rp 30 miliar. Tapi yang digugatkan tidak ada yang valid. Oleh sebab itu saya lebih melanjutkan gugatan," tuturnya.  

Peserta arisan lainnya, Novi Veriana mengatakan gagalnya proses mediasi karena masih ada perbedaan hitungan data arisan. Bahkan pihaknya disarankan hakim mediator untuk menggugat balik penyelenggara arisan.

"Kami yang nomor bawah jelas-jelas pemberi dana malah digugat. Tidak ada dasar menggugat kami. Makannya kami disarankan menggugat balik," tutur dia.

Menurutnya, penyelenggara arisan telah membuat surat perjanjian dihadapan notaris untuk menyanggupi membayar uang arisannya. Bahkan mendekati jatuh tempo pembayaraan pihak penyelenggara tidak menghubunginya.

"Di notaris aja dia mengabaikan kewajibannya," ujarnya.

Terkait gugatan balik, dirinya belum memikirkan sejauh itu. Namun dirinya hanya disarankan untuk melakukan upaya menggugat balik penyelenggara arisan tersebut.

"Karena tidak ada hak untuk menggugat saya," tuturnya. (*)

Baca juga: Pengelola Arisan Japo Beralasan Arisan Macet karena Dua Member Tidak Bayar

Baca juga: Korban Arisan Japo Ditakut-takuti Terduga Pelaku Dengan Membawa Aparat Saat Menagih

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved