Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Lima Guru Besar Baru Unnes Paparkan Orasi Ilmiah dalam Sidang Senat Terbuka

Lima Guru Besar baru Unnes menyampaikan orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka UNNES.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: sujarwo
Dok. Humas Unnes
Lima Guru Besar baru Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang dikukuhkan menyampaikan orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka UNNES, Kamis (15/12/2022) di Gedung Auditorium Prof. Wuryanto Kampus Unnes Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lima Guru Besar baru Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang dikukuhkan menyampaikan orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka UNNES, Kamis (15/12/2022) di Gedung Auditorium Prof. Wuryanto Kampus Unnes Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang.

Prof. Dr. Wiwi Isnaeni, M.S., menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul 'Model Project-Based Mastery Learning Biologi'.

Prof Wiwi mengembangkan model pembelajaran Project-Based Mastery Learning (PJBML) Biologi yang digunakan pada mata kuliah fisiologi hewan.

Menurutnya, dengan model pembelajaran PJBML dapat menumbuhkan dan menanamkan karakter konservasi.

Selain itu juga dapat membekali mahasiswa dengan penguasaan konten secara mendalam dan komprehesif, penguasaan hard skill dan soft skill, dan penguasaan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreatif, dan kompetensi pedagogic.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. dr. Mahalul Azam, M.Kes., memaparkan orasi ilmiah yang berjudul 'Pencegahan Kematian Mendadak Saat Aktivitas Olahraga'.

Ia mengatakan, pelatihan terhadap langkah-langkah bantuan hidup dasar serta penanganan cardiac arrest perlu diberikan kepada masyarakat.

Lima Guru Besar baru Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang dikukuhkan menyampaikan orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka UNNES, Kamis (15/12/2022) di Gedung Auditorium Prof. Wuryanto Kampus Unnes Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang.
Lima Guru Besar baru Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang dikukuhkan menyampaikan orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka UNNES, Kamis (15/12/2022) di Gedung Auditorium Prof. Wuryanto Kampus Unnes Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang. (Dok. Humas Unnes)

Selain itu, penyediaan on-site Automated External Defibrillato (AED) di layanan publik terutama di fasilitas olahraga juga menjadi satu faktor yang dapat meningkatkan angka survival pasien dengan kasus Sudden Cardiac Arrest (SCA).

Di hadapan anggota Senat Unnes, Prof. Dr. Margareta Rahayuningsih, S.Si., M.Si., menyampaikan orasi ilmiah berjudul 'Keanekaragaman Hayati Gunung Ungaran : Potensi, Ancaman, Konservasi'.

Prof. Margareta menjelaskan, Gunung Ungaran memiliki keanekaragaman hayati yang harus dipertahankan mulai dari tingkat genetik, jenis, bahkan ekosistem yang memberikan manfaat luar biasa bagi manusia.

Model kemitraan pentahelix, meliputi unsur akademisi, bisnis, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pemerintah, masyarakat, dan media menjadi solusi untuk menjaga ekosistem di Gunung Ungaran.

Kemitraan pentahelix tersebut dapat mendorong pelestarian keanekaragaman hayati melalui kolaborasi dan kemitraan yang saling menguntungkan.

Selanjutnya, Prof. Dr. Eko Handoyo, M.Si.m memaparkan orasi ilmiah berjudul 'Keberpihakan Kebijakan Pembangunan Terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL)'.

Dalam paparannya, ia menyebutkan masih dijumpai banyak PKL yang ditertibkan bahkan digusur dari tempat mereka bekerja mengais rezeki.

Padahal menurutnya, sektor informal khususnya PKL merupakan entitas ekonomi yang harus dijamin haknya atas pekerjaan yang layak sesuai dengan pilihannya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved