Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Dosen UMK Kenalkan Budaya dan Bahasa Indonesia di Thailand

Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muria Kudus (UMK) Luthfa Nugraheni perkenalkan budaya Indonesia.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
Dok Universitas Muria Kudus 
Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muria Kudus (UMK) Luthfa Nugraheni perkenalkan budaya Indonesia ke Thailand 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muria Kudus (UMK) Luthfa Nugraheni perkenalkan budaya Indonesia ke Thailand.

Hal tersebut dia lakukan saat mengikuyi orogram Lecture exchange (pertukaran dosen) di Thaksin University dan HatYai Wittayakarn School, Thailand

Program pertukaran dosen tersebut dilaksanakan mulai 14 Desember 2022 - 5 Januari 2023. 

Baca juga: Tiga Pompa Dioptimalkan, BPBD Kudus: Mudah-mudahan Bisa Kurangi Ketinggian Air di Kecamatan Jati

Baca juga: Dukcapil Kudus Buka Layanan Pembuatan Dokumen Kependudukan di Posko Jati Wetan

“UMK sudah melakukan kerjasama dengan Thaksin University. Untuk mengimplementasikannya, maka Prodi PBSI mengirimkan saya untuk mengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan mengenalkan kebudayaan Indonesia,” tuturnya saat dihubungi, Sabtu (7/1/2023).

Tujuan mengikuti program ini, adalah untuk memperkenalkan Bahasa Indonesia dan kebudayaan Indonesia di Thailand

Ia berharap, mahasiswa maupun siswa di Thailand dapat belajar bahasa Indonesia.

“Semoga ke depan mereka dapat berkunjung ke Indonesia untuk melihat secara langsung akan keindahan dan berbagai budaya asal Indonesia, khususnya Kota Kudus,” tambahnya. 

Dalam mengajar BIPA, ia menjelaskan materi tentang perkenalan diri, ciri-ciri fisik, kegiatan sehari-hari, mengenalkan huruf, angka, jam dan sebagainya. 

Selain itu, ia juga memperkenalkan makanan khas daerah Indonesia, seperti jenang Kudus, kerupuk udang, keripik tempe dan cara membuat bakso serta bakwan jagung.

“Saya juga mengajarkan (beberapa) tarian, dengan pratik tari gambyong parianom dan manuk dadali, serta senam maumere,” jelasnya. 

Pihaknya mengaku senang menghikuti program tersebut lantaran banyak pengalaman yang ia peroleh.

Mulai dari belajar lintas bahasa, mengunjungi tempat bersejarah, dan wisata yang ada di Thailand Selatan. 

“Saya juga dapat berkenalan dengan dosen di Thaksin University, bersilaturahmi dengan Bapak Konsulat RI di Songkhla beserta jajaranya, guru di Hatyai Wittayakarn school,” ungkap perempuan yang hobi memasak tersebut.  

Berkaitan dengan budaya, Luthfa menjelaskan, budaya di Thailand sangat bagus. 

Menurutnya, orang di Thailand religius dan ramah kepada orang lain.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved