Breaking News:

Berita Kudus

Sungai Wulan Kudus Akan Dinormalisasi Sepanjang 47 Kilometer, Telan Biaya Rp 1,4 Triliun

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono berjanji akan segera menormalisasi Sungai Wulan

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Rifqi Gozali
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat meninjau pompa air di Dukuh Tanggulangin Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, Kamis (12/1/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono berjanji akan segera menormalisasi Sungai Wulan.

Sungai yang menjadi salah satu biang terjadinya banjir di Kudus ini akan dinormalisasi sepanjang 47 kilometer.

“(Normalisasi) sudah kami programkan. Ini baru tender. Kira-kira (anggarannya) Rp 1,4 triliun,” kata Basuki Hadimuljono saat meninjau pompa air di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, Kamis (12/1/2023).

Normalisasi merupakan satu di antara solusi yang dijanjikan Basuki selain mengganti pompa air yang ada di Dukuh Tanggulangin dengan kapasitas yang lebih besar.

Saat ini ada tiga pompa namun hanya dua yang beroperasi.

Sedangkan masing-masing kapasitas pompa tersebut hanya mampu menyedot 500 liter per detik akan diganti pompa dengan kapasitas 5.000 liter per detik.

“Mudah-mudahan akan segera kami kerjakan untuk bisa menangani (banjir) yang di sini,” kata Basuki.

Selain Sungai Wulan, normalisasi juga bakal menyasar Sungai Serang Wulan Drainase 1 (SWD 1) dan Sungai Serang Wulan Drainase 2 (SWD 2). Untuk normalisasi SWD 1 bakal dinormalisasi sepanjang 30 kilometer.

Saat ini normalisasinya sudah dikerjakan sepanjang 10 kilometer. Kemudian untuk SDW 2 sudah akan dinormalisasi akan dinormalisasi sepanjang 23 kilometer, saat ini pengerjaan normalisasi sudah mencapai 7 kilometer.

“Saya tahu rata dengan tanggul sedimentasinya. Tahun 2020, 2021, 2022 sudah kami kerjakan. Kami akan meneruskan (normalisasinya),” kata Basuki.

Berkaitan dengan rencana normalisasi Sungai Wulan oleh kementerian, Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan merespons positif. Pasalnya, banjir langganan yang terjadi di Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Lor dan Desa Setrokalangan dan sejumlah desa lain di Kecamatan Kaliwungu karena tingginya debit air Sungai Wulan kemudian melimpas ke SWD 1 melalui saluran pelimpah yang ada di Dukuh Goleng.

“Jadi ketika debit air Sungai Wulan katakan mencapai 700 kubik per detik akan melimpah ke SWD 1. Kalau SWD 1 sudah tidak mampu menampung air akan melimpas ke persawahan dan permukiman warga,” kata Satria.

Tidak sekadar normalisasi, bagi Satria, setelah itu harus ada perawatan rutin atas sungai agar sedimentasinya tidak mengakibatkan alirannya melimpas. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved