Berita Semarang
Siswi Kelas XII SMAN 11 Semarang Ini Ciptakan Aplikasi Pendeteksi Kehalalan, Alergen, dan Kadar Gula
Callysta dan Mahdia ciptakan aplikasi pendeteksi kadar halal, alergi, dan kandungan.
Penulis: amanda rizqyana | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Callysta Aliya Devina, siswi Kelas XII Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) 2 dan Mahdia Naura, siswi kelas XII MIPA 4 Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 11 Semarang ciptakan aplikasi pendeteksi kadar halal, alergi, dan kandungan gula pada makanan.
Aplikasi bernama Halal Alergen Diabetics Application atau Hada tersebut diciptakan oleh keduanya karena melihat banyaknya produk impor yang dijual di pasaran.
Sayangnya, produk impor yang seringkali diminati oleh generasi muda dan mereka pun kerap tertarik untuk menjajal, tidak diketahui kehalalannya.
Keduanya berpikir untuk menciptakan aplikasi untuk mendeteksi status halal pada produk makanan di pasaran bagi masyarakat.
"Mempertimbangkan Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia yang membutuhkan informasi tentang kehalalan produk," ungkap Callysta pada Tribun Jateng, Rabu (18/1/2023) di SMA N 11 Semarang Jalan Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.
Callysta pun menambahkan, saat proses pencarian aplikasi halal, sudah cukup banyak beredar.
Maka dari itu ia menambahkan fungsi aplikasi dengan tambahan kandungan bahan mengandung gluten seperti gandum, tepung terigu, sereal, rye, barley, kerang dan ikan atau makanan laut atau boga bahari dan olahannya, telur dan olahannya, kacang tanah dan kedelai berikut olahannya, susu dan olahannya, tree nuts, wijen, dan hasil olahan kacang, dan sulfit.
Fungsi informasi bahan pemicu alergi ialah agar konsumen yang memiliki penyakit dengan pantangan jenis pangan dapat menghindari makanan tersebut.
"Kami juga tambahkan informasi kadar gula per kemasan produk bagi orang yang diet maupun penderita diabetes," tambah Callysta.
Penggunaan aplikasi Hada tersebut cukup dengan memindai batang kode pada kemasan produk makanan, maka akan muncul informasi mengenai makanan tersebut.
Informasi akan disampaikan dalam bentuk suara dan bentuk teks berbahasa Inggris.
Naura menjelaskan bahwa aplikasi Hada sementara ini hanya menggunakan Bahasa Inggris karena ia ingin juga agar aplikasi dapat dikenali oleh negeri jiran yang juga memiliki penduduk muslim besar.
"Sementara ini penggunaan bahasa pada aplikasi Hada memang hanya Bahasa Inggris karena kami pun ingin agar aplikasi dapat digunakan oleh negara lain yang memiliki warga muslim banyak, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam," terangnya.
Naura dan Callysta mengaku hanya memerlukan waktu satu bulan untuk menciptakan aplikasi ini dan keduanya pun telah mematenkan aplikasi tersebut dan akan mengembangkan aplikasi tersebut.
Atas penemuan tersebut, Callysta dan Naura dihadiahi medali emas dalam International Science and Invention Fair (ISIF) 2022 di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali pada Senin (1/11/2022) hingga Sabtu (5/11/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/siswi-temukan-alat-deteksi.jpg)