Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Prof. Yahya Zaenul Muarif, Lc, M.A, PhD Raih Gelar Guru Besar Kehormatan dari Unissula

Yahya Zaenul Muarif meraih gelar Guru Besar Kehormatan dari Unissula Semarang.

Tayang:
Penulis: amanda rizqyana | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Prof. (HC-Unissula) Yahya Zaenul Muarif, Lc., M.A., Ph.D., meraih gelar Guru Besar Kehormatan dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Pemberian penghargaan dilakukan di Lantai 10 Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus Unissula Jalan Kaligawe Raya, Kecamatan Genuk, Kota Semarang pada Jumat (19/1/2023).

Dalam orasi ilmiahnya saat menerima gelar profesor kehormatan bidang Hukum Islam, Prof. (HC-Unissula) Yahya menyampaikan seorang ahli fikih harus mawas diri dan mengetahui batas yang tidak boleh ia lampaui.

"Jika sudah sampai batasanya, ia harus mempercayakan keputusan hukum kepada pakar disiplin ilmu yang lainnya,” ungkap pria yang juga biasa disapa Buya Yahya Zaenul Muarif.

Lebih lanjut ia menjelaskan oleh karenanya ahli fikih harus mampu berkomunikasi efektif dengan para pakar disiplin ilmu yang lain begitu juga sebaliknya sehingga produk hukum yang dihasilkan akan menjadi solusi besar problematika umat.

Ia mencontohkan seorang ahli fiqih yang tidak tahu permasalahan bayi tabung harus duduk dan bertanya panjang lebar kepada dokter yang mengerti urusan tersebut.

Selain itu, pembahasannya pun tidak hanya seputar bayi tabung dari segi kedokteran saja, akan tetapi ada pembahasan lain yang mengiringi proses pelaksanaan bayi tabung.

"Pembahasan lain yang dimaksud seperti adanya kemungkinan sperma suami yang ditukar dengan sperma orang lain," ujar Prof. (HC-Unissula) Yahya.

Prof. (HC-Unissula) Yahya Zaenul Muarif, Lc., M.A., Ph.D., meraih gelar Guru Besar Kehormatan dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang di Lantai 10 Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus Unissula Jalan Kaligawe Raya, Kecamatan Genuk, Kota Semarang pada Jumat (19/1/2023).
Prof. (HC-Unissula) Yahya Zaenul Muarif, Lc., M.A., Ph.D., meraih gelar Guru Besar Kehormatan dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang di Lantai 10 Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus Unissula Jalan Kaligawe Raya, Kecamatan Genuk, Kota Semarang pada Jumat (19/1/2023). (Tribun Jateng/Amanda Rizqyana)

Hal itu bisa saja terjadi karena ketidakjujuran dokter atau rumah sakit yang hanya mementingkan prestasi rumah sakit sehingga tidak memperhatikan sisi syariatnya.

Berdasarkan hal tersebut, komunikasi pakar fiqih dengan ahli kebidanan dan kandungan akan menghasilkan suatu produk pelestari semesta yang luar biasa.

"Terwujudnya rumah sakit yang Islami dan ditangani oleh pakar medis yang handal dengan melibatkan ahli fiqih yang mumpuni,” ungkap Pengasuh Pesantren Al Bahjah. 

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unissula Prof. Dr. Gunarto, S.H., M.H., menyatakan Fakultas Hukum Unissula menambah satu guru besar baru di bidang hukum Islam sehingga Fakultas Hukum Unissula saat ini memiliki 13 profesor.

Pihaknya mewakili Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) sebagaimana amanah dalam Pasal 3 Peraturan Mendikbud Ristek Nomor 38 Tahun 2022 Tentang Pengangkatan Profesor Kehormatan Pada Perguruan Tinggi.

"Hari ini kami mengukuhkan profesor kehormatan kepada Prof Dr Yahya Zaenul Muarif Lc MA PhD. Semoga Allah SWT merahmati,” tutur Prof. Gunarto.

Prof. (HC-Unissula) Yahya merupakan profesor kehormatan ke tujuh Fakultas Hukum Unissula.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved