Berita Internasional

Sebut Homoseksual Bukan Kejahatan, Paus Fransiskus: Semua Adalah Anak Tuhan

Paus Fransiskus menyebutkan menjadi homoseksual bukanlah sebuah kejahatan karena menilai semua adalah anak Tuhan.

Editor: raka f pujangga
ISTIMEWA
Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf bersama Paus Fransiskus di sela audiensi di kediamannya, di Basilica, Vatikan, Rabu (15/1/2020) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, VATIKAN - Paus Fransiskus mengkritik undang-undang yang mengkriminalisasi homoseksualitas sebagai hal yang tidak adil.

Paus menyampaikan, Tuhan mencintai semua anak-Nya sebagaimana adanya dan meminta para uskup Katolik yang mendukung undang-undang tersebut untuk menyambut orang-orang LGBTQ ke dalam gereja.

"Menjadi homoseksual bukanlah sebuah kejahatan," kata Paus dalam sebuah wawancara hari Selasa (24/1/2023) dengan Associated Press.

Baca juga: Keji! Pasangan LGBT Rudapaksa Dua Anak Laki-Laki yang Diadopsi, Direkam dan Ditawarkan

Paus mengakui bahwa para uskup Katolik di beberapa bagian dunia mendukung undang-undang yang mengkriminalisasi homoseksualitas atau mendiskriminasi komunitas LGBTQ.

Dia sendiri juga menyebut masalah ini sebagai sebuah dosa.

Namun Paus mengaitkan sikap seperti itu dengan latar belakang budaya, dan menyebut para uskup perlu menjalani proses perubahan untuk mengakui martabat setiap orang.

“Para uskup ini harus memiliki proses pertobatan,” katanya, seraya menambahkan bahwa mereka harus menerapkan kelembutan.

"Tolong, bersikap lembut, seperti yang Tuhan lalukan untuk kita,” tambahnya.

Baca juga: Ketum LDII: Kampanye LGBT Harus Dilawan, Bisa Merusak Masa Depan Umat Manusia

Sekitar 67 negara atau yurisdiksi di seluruh dunia mengkriminalkan aktivitas seksual sesama jenis konsensual, 11 di antaranya dapat atau memang menjatuhkan hukuman mati, menurut The Human Dignity Trust.

Para ahli mengatakan bahkan ketika hukum tidak ditegakkan, aturan tetaP berkontribusi pada pelecehan, stigmatisasi, dan kekerasan terhadap orang-orang LGBTQ.

Di AS, lebih dari selusin negara bagian masih memiliki undang-undang anti-sodomi, meskipun putusan Mahkamah Agung tahun 2003 menyatakan bahwa undang-undang tersebut tidak konstitusional.

Pendukung hak gay mengatakan undang-undang kuno digunakan untuk melecehkan homoseksual.

Mereka merujuk ke undang-undang baru, seperti undang-undang di Florida, yang melarang instruksi tentang orientasi seksual dan identitas gender di taman kanak-kanak hingga kelas tiga, sebagai bukti upaya berkelanjutan untuk meminggirkan orang-orang LGBTQ.

Baca juga: Video Diduga Pesta LGBT di Sentul Bogor Viral, Begini Kata Polisi

PBB sendiri senada dengan Paus telah berulang kali menyerukan diakhirinya undang-undang yang mengkriminalkan homoseksualitas secara langsung.

"Menyatakan undang-undang semacam itu tidak adil,” kata Paus.

“Kita semua adalah anak-anak Tuhan, dan Tuhan mencintai kita apa adanya dan untuk kekuatan kita masing-masing berjuang untuk martabat kita,” kata Paus. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Paus Fransiskus: Homoseksualitas Bukanlah Kejahatan"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved