Berita Kesehatan
Tak Banyak Diketahui, Ini Manfaat Konsumsi Kluwih
Pohon Kluwih (Artocarpus camansi) merupakan pohon yang kuat dengan morfologi yang mirip dengan pohon Sukun.
TRIBUNJATENG.COM - Pohon Kluwih (Artocarpus camansi) merupakan pohon yang kuat dengan morfologi yang mirip dengan pohon Sukun.
Pohon ini memiliki kempampuan beradaptasi yang tinggi sehingga dapat tumbuh ditempat yang kurang kondusif.
Keluarga Moraceae ini selain tumbuh liar kadang dibudidayakan oleh masyarakat.
Masyarakat biasa mengkonsumsi buah Kluwih untuk sayur.
Makanya ia mempunyai banyak nama daerah, diantaranya yaitu Kluwih (Jawa), Kulur atau Timbul (Sunda) dan disebut Kulu dalam Bahasa Aceh. Selain buat sayur, tumbuhan ini ternyata mempunyai banyak manfaat.
Deskripsi
Kluwih memiliki habitus berupa pohon yang dapat tumbuh hingga tingginya 10 – 25 m.
Kluwih memiliki buah yang berukuran lebih kecil dibanding dengan buah sukun dengan varietas besar, serta lebih besar daripada buah sukun dengan verietas kecil.
Permukaan buah kluwih memiliki duri dengan dengan struktur yang lunak. Daun kluwih berlekuk dangkal, tulang daunnya tunggal berseling, bentuknya loncong dengan ujung runcing, dan tepinya bertoreh.
Bunga jantan kluwih ukuran rata – rata yang cukup panjang dan bunga betinanya berwarna hijau bahkan lebih hijau dari bunga betina sukun. Kulit buah kluwih yang masak akan berwarna hijau.
Buahnya yang sudah tua akan berisi empulur dengan daging buah sebanyak kurang lebih 20 persen dan sisanya berupa biji (Solichah et al., 2021).
Ekologi
Kluwih dapat tumbuh dihabitat yang kurang menguntungkan. Habitat yang dimaksud diantaranya yaitu di tepi sungai, tepi sawah, tepi jurang dan sebagainya.
Kandungan Fitokimia
Kemiripan sukun dan kluwih dimana keduanya merupakan tumbuhan genus Artocarpus membuat hubungan kekerabatan yang sangat dekat.
Bagian tumbuhan keduannya mirip namun berbeda pada kulit buah dan adanya biji pada kluwih. Selain itu, kandungan fitokimia keduanya juga cukup mirip terutama pada kandungan utamanya yaitu senyawa flavonoid dan terpenoid.
Daun kluwih mengandung senyawa turunan terpenoid berupa friedelinol, squalen, β-sitosterol, stigmasterol, lupeol, pitol, zonaron, dan 9,19-siklolanos-24-en-3-ol.
Daun kluwih diketahui pula mengandung senyawa fitokimia seperti alkaloid, tanin, steroid, flavonoid, triterpenoid, glikosida, dan antrakuinon.
Bagian batanya mengandung poliprenol dan sikloartenol asetat. Kulitnya diekstrak dengan n-heksan mengandung β-amyrin asetat dan sikloeugenol.
Kandungan utama yang ada pada kluwih merupakan senyawa yang memiliki potensi sebagai antioksidan (Solichah et al., 2021).
Manfaat
Tumbuhan kluwih (Artocarpus camansi) memiliki banyak manfaat salah satunya yaitu bagian daunnya yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai obat diare.
Kandungan daun kluwih berupa flavonoid diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi, antibakteri, antivirus, antioksidan, dan memiliki aktivitas yang dapat menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus yaitu dengan takaran dosisi 50 mg/kgBB (Amelia & Sogandi., 2020).
Getah tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai perangkap burung, hampir semua bagian tumbuhan ini dapat mengeluarkan getah.
Bagian bunga jantannya dapat digunakan sebagai pengusir nyamuk dengan cara dikeringkan dan dibakar.
Buah kluwih telah banyak dimanfatkan sebagai aneka sayur, sementara bijinya digunakan sebagai bahan pangan ataupun sebagai benih.
Sebaran
Persebaran tumbuhan Kluwih dipercaya bersala dari New Guinea dan kepulauan pasifik hingga Maluku, kemudian menyebar hingga Philipina dan Indonesia. Pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi Pati Barat Pohon Kluwih banyak dijumpai di Cagar Alam Gunung Celering yang ada di kecamatan Donorojo Kaupaten Jepara.
Penulis
Rifi Nur R (Fabio Unsoed)
Budi Santoso (KPHK Pati Barat)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pohon-kluwih.jpg)