Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

LDII

Kasubdit Polmas Binmas Polda Salat Jumat Bersama Siswa Ponpes LDII Shirotul Mustaqim, Ini Pesannya

Siswa pondok pesantren harus bisa menjaga pergaulan yang baik seperti tindakan kekerasan, bulying hingga pergaulan bebas

Istimewa
AKBP H Maulud, SAg Kasubdit Polmas Binmas Polda Jateng dan Prof Singgih Ketua DPW LDII memberikan nasihat setelah Salat Jumat di masjid Shirothol Mustaqim Simongan Semarang, Jumat 924/2/2023) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- "Siswa pondok pesantren harus bisa menjaga pergaulan yang baik seperti tindakan kekerasan, bulying hingga pergaulan bebas," pesan Kasubdit Polmas Binmas Polda Jateng, AKBP Maulud, SAg setelah Salat Jumat bersama di masjid Shirothol Mustaqim Jalan Gedongsongo Manyaran Semarang Jawa Tengah, Jumat (24/2/2023).

Lebih lanjut AKBP Maulud juga menekan siswa harus punya karakter yang baik sehingga tidak terpengaruh perkembangan zaman.

"Di luar sana yang sedang viral di media saat ini seperti tindakan kekerasan, Bulying, amoral, asusila, pencurian, radikalisme dan penyalahgunaan narkoba," pesannya.

Kasubdit Polmas Binmas Polda Jateng ini bila sudah terjerat pasti akibatnya akan susah sendiri, tidak hanya dirinya tapi keluarganya hingga orang-orang di sekitarnya.

AKBP H Maulud, SAg Kasubdit Polmas Binmas Polda Jateng dan Prof Singgih Ketua DPW LDII memberikan nasihat setelah Salat Jumat di masjid Shirothol Mustaqim Simongan Semarang, Jumat 924/2/2023)
AKBP H Maulud, SAg Kasubdit Polmas Binmas Polda Jateng dan Prof Singgih Ketua DPW LDII memberikan nasihat setelah Salat Jumat di masjid Shirothol Mustaqim Simongan Semarang, Jumat 924/2/2023) (Istimewa)

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jateng Prof Dr H Singgih Trisulistiyono, MHum menambahkan siswa pondok harus terus menerus untuk menyampaikan dakwah amar mafrut nahi munkar.

"Namun dalam berdakwa harus dengan sejuk dan melihat situasi dan kondisi lingkungan agar suasana tetap kondusif apalagi sebentar lagi akan memasuki tahun politik," pesannya.

Di ruang publik yg lebih ditonjolkan adalah Budi luhur sebab Budi luhur merupakan cerminan penghayatan nilai nilai Islam.

Dihadapan 76 siswa Ponpes Shirothol Mustaqim dan masyarakat sekitar ponpes, Guru Besar Undip ini juga mengajak siswa pondok bila sudah terjun ke masyarakat bisa menjadi pelopor untuk bersama menjaga NKRI.

Kesadaran berbhinneka tunggal ika sudah sangat populer sebagai bagian dari empat konsensus kebangsaan.

Namun demikian kesadaran itu perlu juga direalisasi dalam tataran praktik, tertutama pada konsensus kebhinekaan.

Sekarang ini masih sering terjadi ada penerapan standar ganda dalam menafsirkan dan mempraktikan semangat kebhinekaan.

Jika kita komit terhadap Pancasila yang menghargai kebhinnekaan, maka semua warga negara Indonesia dengan latar belakang apapun sejauh tidak bertentangan dengan Pancasila memiliki hak hidup dan dilindungi negara di Indonesia.

"Karena kita hidup di Indonesia yang sudah berkomitmen dengan 4 konsesnsus bangsa, (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, UUD 45," tambahnya.

Prof Singgih mencontohkan kalau di ruang terbatas seperti di masjid bisa disampaikan ayat Alquran dan hadits bagaimana Allah SWT dan Rosulullah SAW memerintah atau melarangnya.

"Tetapi kalau diruang terbuka umum, cara berdakwah Agama Islam harus disampaikan secara santun dan menyejukkan, tidak menjelekan atau memprovokasi agama lain. (*)

Baca juga: Pelatih Baru Mahesa Jenar Gilbert Agius Bakal Debut di Laga PSIS Semarang Vs Persita Tangerang

Baca juga: Harga Naik Jelang Ramadan, Ikappi Soroti Kinerja Menteri Jokowi Bidang Pangan

Baca juga: Jadwal dan Siaran Langsung PSIS Semarang Vs Persita Tangerang Liga 1, Tayang di Indosiar

Baca juga: Gathering dengan Investor Tenant, Manajemen Beberkan Progres Infrastruktur & Fasilitas di KIT Batang

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved