Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Berat Badan Sempat 230 Kilogram, Ini yang Dilakukan Jay Kaishin hingga Jadi 120 Kilogram

Jacky Kaishin (33), kelahiran Semarang yang sekarang hidup di Tangerang berhasil menurunkan berat badannya hingga 110 kilogram.

Tayang:
Penulis: amanda rizqyana | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Amanda Rizqyana
Jacky Kaishin (33), kelahiran Semarang yang sekarang hidup di Tangerang berhasil menurunkan berat badannya hingga 110 kilogram  saat menghadiri Run and Walk for Obesity dalam rangka Hari Obesitas Sedunia yang dilaksanakan di SatuKata Coffee House Jalan Depok Nomor 25 Kota Semarang. 


Ia juga diharuskan mengontrol asupan makanan yang masuk ke lambungnya.


Jacky  kini menghindari makanan bertepung, mengurangi konsumsi karbohidrat, minuman manis, garam, dan gorengan.


Kesadaran akan kesehatan itu juga ditambah dengan adanya komorbid atau penyakit penyerta dari obesitas yakni prediabetes, tekanan darah tinggi, dan potensi penyakit jantung.


Dengan dipotongnya lambung dan susu, membuatnya menjadi cepat kenyang dan mengurangi keinginannya untuk makan lagi.


Biasanya ia mengonsumsi sepiring penuh nasi dan lauk dan dilakukan hingga 5 kali sehari untuk makanan berat, belum termasuk cemilan maupun makanan cepat saji.


Meski demikian, tak serta merta dipotongnya usus dan lambung dan berat badannya yang menurun membuatnya bebas untuk mengonsumsi makanan seperti sebelumnya.


Ia harus menjaga pola makan dan tengah mengejar berat badan di angka 80 kilogram.

"Saya juga olahraga renang dan jalan kaki setiap hari untuk mempertahankan berat yang sekarang," terangnya.

Jacky juga menekankan pentingnya dukungan dari keluarga. Ia meminta penderita obesitas tak malu dan memiliki keinginan untuk berubah.


Keluarga menjadi pendukung nomor satu yang menyemangati untuk olahraga dan mengurangi berat badan, hingga menyarankan untuk konsultasi pada ahli.

"Bagi saya obesitas bukan aib, tapi kita juga harus berani dalam arti ayo kita semangat menjaga kesehatan," tegas Jacky.

Sementara itu, ahli bedah bariatrik RSUP Dr Kariadi Semarang, dr. Mughni mengatakan, usus dan lambung Jacky dipotong karena ia menderita obesitas ekstrem.


Secara teknis, lambung pada penderita obesitas akan dipotong hingga 20 persen dan pada tahap selanjutnya, usus penderita obesitas yang bisa mencapai 6,5 meter akan dikurangi setengah.

"Lambung dan usus kita potong separuhnya. Jadi tidak mudah lapar karena di dalam lambung ada hormon lapar, ketika itu dikurangi maka laparnya juga berkurang," jelas dr Mughni.

Ia menyebut, tren obesitas dari tahun ke tahun mengalami tren kenaikan. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved