Fokus
FOKUS : Investasi Gaib ala Dukun Penggandaan Uang
PRAKTIK dukun penggandaan uang kembali memakan korban. Kali ini, peristiwa memilukan terungkap di Banjarnegara
Penulis: moh anhar | Editor: Catur waskito Edy
Terlebih korban lebih dari satu orang dengan masa beroperasi sampai lima tahun. Ini sudah menunjukkan ini perbuatan yang terencana.
Bila kita mencoba kilas balik waktu yang telah berlalu, sejumlah kasus penggandaan uang oleh dukun sudah ramai mengemuka. Kasus yang populer, kita ingat nama Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng asal Probolinggo, Jawa Timur.
Saban waktu, kasus dukun penggandaan uang ini muncul dan berujung pada kriminal yang ditangani kepolisian.
Rentetan kasus serupa ini seharusnya sudah cukup bukti, dukun penggandaan uang tak semanis yang diharapkan. Jalur dukung penggandaan uang dengan ritual tertentu ini bukan jenis "investasi" idaman.
Sebaliknya, investasi jalur gaib ini malah berujung petaka. Karenanya, perlu kesadaran, memperoleh uang tidak bisa instan, dengan cuma sim salabim.
Investasi dengan cara legal, berdagang misalnya, memang butuh kerja keras dan keuletan untuk berhasil. Dengan ikhtiar berusaha mencari rezeki hala dan barokah diharapkan bisa juga dijauhkan dari hal-hal malapetaka. (*)
Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Besok Kabupaten Demak, Ramadhan Hari ke-14, Rabu 5 April 2023
Baca juga: Ganjar Komitmen Kembangkan Ekonomi, Keuangan dan Pelayanan Kesehatan Syariah
Baca juga: Dukun Pengganda Uang Masih Laku, Budaya Konsumtif dan Masih Percaya Takhayul Jadi Pemicunya
Baca juga: Prakiraan Cuaca Cilacap Selasa 4 April 2023, Malam Diguyur Hujan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/moh-anhar-wartawan-tribun-jateng-ok_20170831_073512.jpg)