Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pembunuhan Berantai Dukun Banjarnegara

Ibu dan Anak Asal Magelang Diduga Jadi Korban Mbah Slamet, Jaket Pemuda Pancasila Jadi Petunjuk

Hilangnya ibu dan anak tersebut mulai terkuak setelah munculnya kasus pembunuhan oleh Mbah Slamet. 

TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
Lokasi pemakanan 9 korban pembunuhan dukun pengganda uang, Tohari alias Mbah Slamet yang dikuburkan dalam 3 lubang yang dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Selasa (4/3/2023). 

TRIBUNJATENG.COM - Ibu dan anak asal Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, diduga menjadi korban pembunuhan dukun pengganda uang Banjarnegara, yakni Tohari alias Mbah Slamet.

Keduanya bernama Theresia Dewi (47) dan Okta Ali Abrianto (31).

Kakak kandung Theresia Dewi, Yusuf Edi Gunawan (64) mengatakan, keduanya menghilang sejak November 2021 yang lalu.

Baca juga: UPDATE Kasus Mbah Slamet Dukun Pengganda Uang, Polres Banjarnegara Terima 18 Aduan Orang Hilang

Hilangnya ibu dan anak tersebut mulai terkuak setelah munculnya kasus pembunuhan oleh Mbah Slamet

Yusuf meyakini bahwa adik dan keponakannya tersebut menjadi korban Mbah Slamet setelah melihat sejumlah barang bukti.

Theresia (kiri) dan Okta asal Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang diyakini keluarga jadi korban kekejaman dukun pengganda uang Mbah Slamet di Banjarnegara,(Facebook)
Theresia (kiri) dan Okta asal Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang diyakini keluarga jadi korban kekejaman dukun pengganda uang Mbah Slamet di Banjarnegara,(Facebook) (Facebook)

Di antaranya jam tangan, kunci mobil, dan jaket ormas Pemuda Pancasila dengan label nama Okta.

"Barang buktinya itu sudah identik.

Saya lihat jam tangan adik saya itu.

Jaket Pemuda Pancasila, ada label nama yang tertulis nama Okta.

Lalu, kunci mobil yang masih ada di dalam saku celana.

Untuk mobilnya sampai sekarang belum diketahui masih dalam penyelidikan," ungkapnya dikutip dari TribunJogja.com.

Terkait temuan tersebut, dia telah diminta kepolisian Banjarnegera untuk menjalani proses DNA, pada Jumat (7/4/2023) lalu.

"Saya ke sana diambil sampel DNA-nya. Sedangkan untuk Okta, Bapaknya (suami pertama Theresia Dewi) sudah diambil tes DNA nya juga, kemarin Sabtu (8/4/2023)," ujarnya.

Yusuf mengungkapkan hilangnya Theresia dan Okta berawal saat keduanya berpamitan dengan keluarga di Magelang untuk pergi ke Salatiga, karena alasan ada pekerjaan.

Saat pergi ke Salatiga, Theresia Dewi, juga mengajak anak keduanya yakni Claudy. 

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved