Berita Jateng
Seminar Kesiapan Para Personalia Menghadapi Generasi Z Sebagai Angkatan Siap Kerja
Angkatan kerja generasi muda saat ini sudah mulai memasuki dunia kerja, tak terkecuali generasi Z tahun kelahiran antara 1995-2010.
Penulis: amanda rizqyana | Editor: Catur waskito Edy
Selain Dr. Ayu, hadir pula Prof. Dr. Fendy Suhariadi, M.T., Psi., selaku Dewan Pakar APIO yang memaparkan materi Communication Styles of Gen Z: How to Engage and Connect with the New Generation.
Disampaikan juga materi dari oleh Daniswara Agusta, S.Psi., M.Psi., selaku dosen Fakultas Psikologi SCU berjudul The Digital World of Gen Z.
Sementara hadir pula Pungki Purnadi, S.T., M.M., MHRM., selaku praktisi organisasi yang menyampaikan materi mengenai Gen Z and the Future of Work.
Selain itu hadir pula Prof. Dr. Seger Handoyo selaku Dewan Pakar APIO yang membawakan materi Empowering Gen Z.
Para ahli yang melakukan penelitian terhadap ketiga generasi, yakni generasi X, generasi Y, dan generasi Z menemukan adanya perbedaan karakteristik dari ketiga generasi ini.
Oleh sebab itu, seringkali ditemukan adanya laporan dan keluhan antara satu generasi dengan generasi yang lain.
Generasi X pada saat ini sebagian besar masih menduduki posisi yang cukup tinggi dan mendekati pensiun, disusul dengan generasi Y.
Sementara gen Z masih memulai awal karir dalam pekerjaannya.
Perbedaan karakteristik dan posisi ini ternyata di lapangan dapat memicu munculnya konflik yang dapat terjadi.
Pada seminar ini, para narasumber akan mengupas secara mendalam generasi Z ini dikarenakan angkatan kerjanya mulai memasuki dunia kerja dan diprediksikan memiliki perbedaan cukup signifikan dengan 2 generasi sebelumnya yaitu generasi Y dan X.
Perbedaan yang signifikan ini disinyalir akan menimbulkan banyaknya masalah yang kemungkinan akan terjadi di organisasi akibat ketidakcocokan gaya kerja, kebiasaan, dan sifat-sifatnya.
Gen Z memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan generasi sebelumnya.
Penelitian yang dilakukan oleh McKinsey, generasi Z lebih melek teknologi, kreatif, menerima perbedaan di sekitar, peduli terhadap masalah sosial, dan senang berekspresi baik di dunia maya maupun realita.
Disisi yang lain, gen Z ini memiliki kekurangan antara lain adanya ketakutan Fear of Missing Out (FOMO), yaitu ketakutan jika terlihat kurang update di media sosial, karena mengalami situasi pandemi, ketidakpastian mengenai masa depan, berita buruk di internet, dan media sosial.
Gen Z mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap kehidupan pribadi mereka, sehingga jika tidak berjalan sesuai keinginan akan memicu timbulnya stres, mudah mengeluh, manja dan mudah merasa tertekan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Seminar-bertajuk-A-to-Z.jpg)