Berita Jateng
Seminar Kesiapan Para Personalia Menghadapi Generasi Z Sebagai Angkatan Siap Kerja
Angkatan kerja generasi muda saat ini sudah mulai memasuki dunia kerja, tak terkecuali generasi Z tahun kelahiran antara 1995-2010.
Penulis: amanda rizqyana | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Angkatan kerja generasi muda saat ini sudah mulai memasuki dunia kerja, tak terkecuali generasi Z tahun kelahiran antara 1995-2010.
Mereka yang dikenal sebagai Gen Z merupakan generasi yang pada 2023 berusia antara 23-28 tahun.
Usia ini adalah usia-usia matang seseorang untuk bekerja karena biasanya mereka sudah menyelesaikan studi baik itu sarjana ataupun pascasarjana.
Oleh sebab itu banyak organisasi di dunia mulai melakukan penerimaan karyawan baru pada generasi Z termasuk di Indonesia.
Problematika yang saat ini dihadapi oleh berbagai organisasi, termasuk Indonesia adalah pada bagaimana melakukan pengelolaan generasi muda ini.
Pasalnya, selain generasi Z yang mulai masuk dunia kerja juga terdapat generasi lain yang masih berada pada usia produktif.
Generasi Milenial atau Generasi Y dengan tahun kelahiran 1980-1994 (saat ini 30 sd 43 tahun dan generasi X tahun kelahiran 1960-1979 yang saat ini berusia 44-63 tahun.
Menghadapi tantangan tersebut, diselenggarakan seminar bertajuk 'A to Z About Gen Z' yang diadakan oleh Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO) dan Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata ata Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang.
Kegiatan diadakan di Ruang Teater Lantai 3 Gedung Thomas Aquinas Kampus SCU Bendan Dhuwur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang pada Jumat (28/4/2023).
Seminar ini menghadirkan Dr. Ayu Dwi Nindyati, Psi., selaku Sekretaris APIO Induk yang memaparkan materi Who Are Gen Z? Understanding the Demographics and Characteristics of Gen Z.
Dalam materinya, Dr. Ayu menyampaikan bahwa Gen Z merupakan generasi yang memiliki populasi terbanyak di dunia.
"Dia lahir di tengah perkembangan dunia digital yang sangat luar biasa dan media sosial yang sangat berkembang," ujarnya.
Dr. Ayu juga mengatakan generasi ini sudah pasti memiliki gawai dan media sosial seperti Instagram, Twitter, Tiktok, Whatsapp, hingga Telegram untuk tetap terhubung dengan dunia.
Akibat gawai dan media sosial, Gen Z memiliki mobilitas tinggi dan memiliki kecenderungan multitasking atau melakukan tugas ganda dalam waktu yang sama.
Meski demikian, akibat aktivitas ini, Gen Z memiliki kecenderungan cepat letih dan mental health issue menjadi topik pembicaraan di kalangan mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Seminar-bertajuk-A-to-Z.jpg)