Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Malaysia Dilanda Panic Buying Air Mineral, Ini Penyebabnya

Penduduk Malaysia ramai-ramai menyerbu supermarket dan memborong isi rak botol air minum.

Tayang:
antpkr
Ilustrasi supermarket 

TRIBUNJATENG.COM - Warga Malaysia berbondong-bondong memenuhi supermarket untuk berebut persediaan air minum kemasan atau air mineral.

Pemandangan itu sudah terlihat sejak beberapa hari terakhir,

Panic buying air kemasan ini terutama melanda Penang.

Baca juga: Turis Malaysia Tewas Terjatuh dari Tebing 15 Meter di Kawasan Wisata Tumpak Sewu

Bahkan saat ini, rak-rak yang biasanya dipenuhi botol-botol air mineral sudah ludes isinya karena diburu warga.

Dikutip dari The Star, penduduk Malaysia ramai-ramai menyerbu supermarket dan memborong isi rak botol air minum.

Punic buying air mineral di Malaysia
Punic buying air mineral di Malaysia. (Tangkapan layar Twitter)

Di media sosial juga memperlihatkan kekacauan dengan saling dorong karena orang saling berebut air botol.

Situasi panic buying terjadi setelah adanya kekhawatiran kelangkaan air minum imbas aliran Sungai Muda yang tiba-tiba menyusut drastis di beberapa titik.

Sebagai informasi saja, Sungai Muda adalah sungai terpanjang yang terletak di sebelah utara Malaysia.

Jutaan orang bergantung pada sungai ini, karena menjadi pemasok air baku bagi banyak perusahaan penyedia air bersih.

Sungai ini memiliki panjang 178 km dan melalui daerah-daerah Baling, Sik, Kulim, dan Kuala Muda, Kedah dan Seberang Perai Utara, Penang sebelum mencapai Selat Malaka.

Imbas menyusutnya debit air kedah, air keran dari PDAM di rumah-rumah penduduk berhenti mengalir.

Efek lainnya, banyak pemilik usaha, terutama rumah makan, memutuskan tutup karena ketiadaan suplai air.

Dengan menyusutnya pasokan air dari Sungai Muda, berdampak pada menurunnya ketinggian permukaan di banyak waduk yang menyuplai air baku.

Misalnya saja Bendungan Ayer Itam hanya terisi 39,8 persen, Bendungan Teluk Bahang 46,2 persen, dan bahkan Bendungan Mengkuang yang lebih besar, yang biasanya terisi lebih dari 90 persen, anjlok menjadi 88,2 persen.

Dalam penyelidikan sementara, salah satu penyebab menyusutnya debit air adalah terbukanya pintu air otomatis yang digerakkan sensor.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved