Berita Ungaran
Panti Asuhan di Kalisidi Ungaran Terbakar, Pengasuh Terima Bantuan Rp 10 Juta Dari Pemkab Semarang
Pemerintah Kabupaten Semarang memberikan bantuan berupa uang tunai kepada seorang pengasuh Panti Asuhan Almahadul Qorona Al Islami.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang memberikan bantuan berupa uang tunai kepada seorang pengasuh Panti Asuhan Almahadul Qorona Al Islami di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Pariyono di mana bangunan panti asuhan yang juga rumahnya tersebut mengalami musibah kebakaran beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, kebakaran itu terjadi pada 19 Mei 2023.
Meskipun demikian, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, hanya kerugian material.
Baca juga: Mendagri Minta Kepala Daerah Bentuk Redkar Cegah Kebakaran Hutan
Musibah tersebut kemudian membuat Bupati Semarang, Ngesti Nugraha dan Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening terdorong hatinya untuk memberikan perhatian.
Kepedulian itu diwujudkan sejumlah pejabat yang mendatangi dan menyerahkan bantuan langsung kepada korban di rumahnya, Selasa (30/5/2023) siang.
Sekda Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto yang mewakili Ngesti, Bondan, bersama BPBD Kabupaten Semarang turut datang ke rumah Pariyono.
Djarot menyebutkan, terdapat uang tunai senilai Rp 10,78 juta yang berasal dari donasi para kepala desa dan perangkat desa se-Kabupaten Semarang untuk diberikan kepada korban terdampak kebakaran.
Selain itu, terdapat juga paket bantuan dari Ngesti, Baznas Kabupaten Semarang dan paket sembako dari PMI Kabupaten Semarang.
Tak hanya itu, BPBD Kabupaten Semarang juga memberikan bantuan logistik darurat dampak kebakaran dan bantuan perbaikan rumah senilai Rp 10 juta.
“Pemkab Semarang turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa rumah warga ini.
Bantuan yang bersifat darurat ini diharapkan dapat meringankan beban korban, sekaligus untuk memulihkan kegiatan sosial yang telah dilakukan selama ini,” kata Sekda.
Supriyoto menegaskan, Pemkab Semarang siap mendampingi korban untuk meningkatkan mutu lembaga sosial yang diasuh Pariyono.
Bangunan rumah milik Pariyono itu sudah lama dimanfaatkan untuk Panti Asuhan Almahadul Qorona Al Islami.
Di tempat itu, terdapat 32 anak-anak usia 2-18 tahun yang berasal dari berbagai tempat di Pulau Jawa yang diasuh.
Mereka berasal dari keluarga yang kekurangan secara ekonomi maupun yang mengalami masalah sosial.
Baca juga: 2 Bocah Kakak Beradik Tewas dalam Kebakaran Rumah, Berawal Main Api Lampu Teplok
Terkait kejadian kebakaran, Kepala Desa Kalisidi, Dimas Prayitno Putra menjelaskan bahwa anak-anak asuh di sana sudah berangkat ke sekolah.
“Sehingga tidak ada korban jiwa. Api dipadamkan oleh petugas Damkar dibantu warga,” kata Dimas.
Meskipun demikian, kebakaran itu berdampak pada hangusnya atap rumah dan berbagai peralatan rumah tangga sehari-hari termasuk peralatan sekolah. (*)
Semarang
Panti Asuhan Almahadul Qorona Al Islami
Ngesti Nugraha
Bondan Marutohening
Dimas Prayitno Putra
Guru Matematika Jadi Pengajar Agama: Ironi Kekurangan Tenaga Pendidik di Kabupaten Semarang |
![]() |
---|
Tak Hanya Subsidi, Pemkab Semarang Siapkan Strategi Jangka Panjang Selamatkan Petani Tembakau |
![]() |
---|
227 Murid Dapat Makan Bergizi Gratis, Wiji Rahayu Bersyukur SLB Negeri Ungaran Ikut Diperhatikan |
![]() |
---|
Kisah Ariyanto Ikhlas Tak Ambil Kelebihan Bayar PBB, Meski Pemkab Semarang Membatalkan Kenaikan |
![]() |
---|
"Alhamdulillah Beban Ortu Berkurang", Respons Pedagang Kopi Usai Bupati Ngesti Batalkan Kenaikan PBB |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.