Berita Internasional
Luhut Hadiri Pelantikan Xanana Gusmao Jadi PM Timor Leste
Sejumlah tamu kenegaraan hadir termasuk Menko Marves RI, Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut Binsar tiba di Dili sekira pukul 14.00 waktu setempat, mewakil
Gusmao juga sempat bertugas selama tiga tahun di angkatan bersenjata kolonial dan bekerja sebagai guru. Pada Agustus 1975, setelah percobaan kudeta oleh nasionalis Persatuan Demokratik Timor (UDT) ditumpas kelompok Front Revolusi Independen Timor Leste (Fretilin), Portugis meninggalkan Timor Timur.
Gusmao yang juga seorang Fretilin membantu mengelola wilayah tersebut. Namun tak lama, Indonesia menginvasi Timor Timur pada Desember 1975 dan mencapnya sebagai provinsi. Tindakan inilah yang mendasari perlawanan baru bagi seorang Gusmao dan rekan-rekannya.
Pernah Dipenjara
Gusmao kala itu berada di garis depan dalam gerakan melawan kehadiran Indonesia. Dia bahkan menjadi Kepala Angkatan Bersenjata Pembebasan Nasional Timor Leste (Falintil).
Xanana Gusmao pejuang melawan Indonesia Hingga pada 1992, Gusmao ditangkap pasukan Indonesia serta dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun berikutnya.
Dirinya dinilai telah berkomplot melawan pemerintah Indonesia dan memiliki senjata secara ilegal. Hukuman itu kemudian dipersingkat menjadi 20 tahun. Bahkan, Gusmao dibebaskan menjadi tahanan rumah pada Februari 1999 setelah upaya penyelesaian yang ditengahi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Gusmao pun dikenal mengambil bagian aktif dalam pembicaraan dengan pemerintah Indonesia. Langkah tersebut diambil bersama para pemimpin perlawanan, Jose Ramos-Horta dan Uskup Carlos Belo yang turut menerima penghargaan Nobel Perdamaian pada 1996.
Dalam perbincangan, kedua pihak kemudian memutuskan untuk melakukan gencatan senjata pada 18 Juni 1999.
Hingga pada 30 Agustus 1999, dalam referendum, mayoritas rakyat memilih kemerdekaan dan memisahkan diri dari Indonesia. Keputusan itu pun membuat pemerintah Indonesia mulai menarik pasukan dari wilayah Timor Leste.
Pada 25 Oktober 1999, Dewan Keamanan PBB lantas mendirikan pemerintahan transisi, yakni UNTAET. Sebagai presiden Dewan Nasional Perlawanan Timor, sosok Gusmao segera diangkat menjadi pejabat senior di pemerintahan transisi ini.
April 2002, Timor Timur mengadakan pemilihan presiden pertama setelah merdeka. Gusmao pun memenangkannya dengan mudah dan mulai menjabat pada 20 Mei, saat negara tersebut resmi merdeka.
Sebagai presiden, dia mengawal masuknya Timor Leste ke PBB pada 2002 dan ASEAN pada 2005. Xanana Gusmao juga bekerja untuk mengembangkan ekonomi Timor Leste yang sangat bergantung pada industri perminyakan.
Sementara itu, saat menjabat perdana menteri pada 2014, Xanana Gusmao dianugerahi penghargaan Bintang Republik Indonesia Adipurna.
Bintang Republik Indonesia Adipurna sendiri merupakan tanda kehormatan kelas tertinggi untuk menghargai mereka yang berjasa besar kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. (kompas/dtc/cnn/tribun jateng cetak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Luhut-Binsar-Pandjaitan-menghadiri-pelantikan-Xanana-Gusmao-m.jpg)