Pembunuhan Driver Taksi Online
Baghastian Pembunuh Driver Taksi Online di Semarang Terancam Hukuman Mati
Tersangka pembunuhan driver taksi online dijerat Pasal 365 KUHP ayat 3 tindak pidana pencurian disertai kekerasan hingga korban meninggal dunia.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Baghastian Wahyu Kisara (27) pelaku pembunuhan driver taksi online di Semarang, terancam hukuman mati.
Menurut polisi, hal itu dikarenakan pelaku telah merencanakan aksi tersebut.
Beberapa pasal pun telah menjeratnya.
Kini dirinya pun harus siap menjalani segala hukumannya meskipun dari pengakuannya hal itu terpaksa dilakukan karena ada banyak kebutuhan mendesak.
Baca juga: Alasan Pelaku Bunuh Driver Taksi Online di Semarang: Tak Punya Opsi, Jadi Tulang Punggung Keluarga
Rencananya, dia tidak berniat membunuh dan hanya hendak merampok mobil korban jenis Innova Reborn warna hitam.
Namun, ternyata korban melawan sehingga tersangka menghunuskan pisaunya ke leher dan dada korban.
"Saya sempat todong korban dari kursi belakang tetapi korban melawan sehingga saya tusuk sambil memejamkan mata," bebernya saat konferensi pers di kantor Polrestabes Semarang, Selasa (25/7/2023).
Tersangka melakukan pembunuhan lantaran terdesak kebutuhan.
Ia mengaku, diminta ibunya untuk memenuhi biaya kampus adiknya yang menempuh pendidikan di kampus negeri terkenal di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
"Ya untuk biaya semesteran adik sebesar Rp 8 juta."
"Rencana mobil itu hendak saya jual Rp 20 juta di marketplace Facebook," papar dia.
Pembunuhan tersebut terjadi Jalan Mugas Dalam Raya, Mugassari, Semarang Selatan pada Senin (25/7/2023) sekira pukul 03.30.
Korban pembunuhan adalah Fauzy Aribammar warga Palebon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.
Dia meregang nyawa dengan 4 luka tusukan di leher dan dada.
Baca juga: Kasus Penggelapan Sertifikat Tanah di Semarang, Agustinus Santoso Dituntut 3 Tahun Penjara
Tersangka ditangkap anggota gabungan Polrestabes Semarang dan Polda Jateng pada 3 jam selepas kejadian di Kemuning, Kabupaten Karanganyar, pada Senin (25/7/2023) sekira pukul 06.30.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Motif-pembunuhan-driver-taksi-online-di-Semarang.jpg)