Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pendidikan

Perempuan di Demak Dilatih untuk Mengantisipasi Bencana Banjir

Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Tayang:
Penulis: amanda rizqyana | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/Tito Isna Utama
Ilustrasi Banjir di Desa Prampelan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (Unnes) melakukan kegiatan capacity building perempuan.

Pelatihan terkait mitigasi bencana di Desa Koireng bersama dengan organisasi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua PKK Desa Loireng dan seluruh anggota PKK RT 02 RW 01 Desa Loireng, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Disampaikan Ketua Tim Pengabdian Masyarakat DIPA FISIP Unnes, Himmatul Ulya, S.IP., M.I.Kom., mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian untuk membantu masyarakat.

Dalam mempersiapkan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan masyarakat terutama perempuan dalam menghadapi bencana  banjir.

"Hal ini dikarenakan Desa Loireng menjadi salah satu desa yang terdampak banjir akibat hilangnya drainase dari proyek pembangunan proyek jalan tol pada awal tahun 2023," terang Himmatul, M.I.Kom pada Tribun Jateng, Kamis (10/8/2023).

Pada kesempatan yang sama, Alvi Isnaini, Ketua PKK RT 02 RW 01 Desa Loireng, banjir yang terjadi pada awal tahun 2023 lalu memberikan dampak traumatis bagi masyarakat.

Hal tersebut karena warga desa Loireng tidak pernah mengalami banjir sebelumnya sehingga tidak ada persiapan apa-apa saat terjadi bencana banjir.

“Sebenarnya desa kami sudah sering dilanda banjir tetapi hanya menggenangi jalanan saja karena luapan air sungai yang mampet," ungkapnya.

Alvi menambahkan, pada awal tahun lalu, pada 2022 yang paling parah karena air sampai masuk ke rumah warga selama seminggu.

Akses bantuan untuk warga juga terputus, dan pihaknya juga bingung harus berbuat seperti apa saat banjir datang.

Berkenaan dengan banjir tersebut, Alvi mengatakan penyebab banjir di Desa Loireng adalah hilangnya drainase akibat sungai-sungai yang ditimbun menjadi pemukiman warga dan proyek pembangunan jalan tol.

"Seperti di sungai dekat SD Loireng, dulunya sungai besar tetapi diuruk untuk jalan perlintasan proyek jalan tol," tambah Alvi.

Sayangnya, setelah proyek selesai sungai tidak pernah dinormalisasi kembali, sehingga ketika hujan, air meluap karena tidak ada alirannya.

Menurutnya, melalui kegiatan capacity building mengenai mitigasi bencana oleh tim pengabdian masyarakat Unnes, diharapkan mampu untuk meningkatkan literasi masyarakat berkenaan dengan kesiapsiagaan bencana yang akan datang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved