Berita Rusia
Sosok Kadyrov Loyalis Putin, Setelah Perang Ukraina Selesai akan Datangi Negara yang Bakar Alquran
Sosok Ramzan Kadyrov, seorang loyalis Vladimir Putin bersumpah akan membuat perhitungan dengan negara-negara yang melakukan pembakaran Alquran.
TRIBUNJATENG.COM -- Sosok Ramzan Kadyrov, seorang loyalis Vladimir Putin bersumpah akan membuat perhitungan dengan negara-negara yang melakukan pembakaran Alquran.
Kadyrov geram atas aksi barbar dengan membakar ayat-ayat suci yang mereka lakukan dengan bangga dan difasilitiasi negera-negara setempat.
Kadyrov akan meminta pertanggungjawaban negera-negara tersebut seusai perang Rusia Ukrania selesai, dirinya akan mendatangi negera tersebut untuk meminta pertanggungjawaban.
"Tunggu sampai perang ini selesai, saya akan membuat perhitungan," ujarnya.
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov bersumpah akan mendatangi negara-negara yang dianggap bertanggung jawab atas pembakaran Alquran.
Ramzan Kadyrov, Pemimpin Chechnya yang juga dikenal sebagai loyalis Presiden Rusia Vladimir Putin, menegaskan bakal "menangani" negera-negara Barat yang selama ini bertanggung jawab atas pembakaran Alquran.
Hal ini disampaikan oleh Ramzan Kadyrov dalam pidato selama konferensi pers tahunannya, di Grozny, Republik Chechnya, Rusia, baru--baru ini.
Mengutip dari pemberitaan Russia Today, dalam pidatonya, Ramzan Kadyrov juga mengkritik keras para pemimpin Muslim atas kegagalan mereka menangani berbagai insiden pembakaran Alquran di Barat.
Kadyrov bersumpah untuk melakukan yang terbaik untuk "menangani" pelakunya setelah berakhirnya konflik Ukraina.
Dalam sebuah pernyataan di Telegram, Kadyrov mengatakan bahwa penodaan kitab suci Islam yang terus berlanjut di Eropa menimbulkan “tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya” bagi dunia Muslim.
Ia menyebutkan, aksi tersebut “dapat diprediksi membawa situasi ke titik tidak dapat kembali lagi.”
“Di mana para pemimpin negara Muslim saat ini? Mengapa mereka membiarkan Kitab Suci kita dilanggar secara terbuka dan tidak mengambil langkah signifikan untuk melindungi umat Islam dan agama Islam?
Apakah mereka benar-benar lebih takut akan reaksi dan sanksi Amerika dan Eropa daripada murka Allah SWT?” Dia bertanya.
"Saat ini, Rusia berdiri sendiri melawan 'kebijakan kolonial ateis yang agresif' Barat sambil berjuang 'untuk nilai-nilai sakral dan sakral kami' di Ukraina," kata pemimpin Chechnya itu.
“Saya 100 persen yakin kami akan menang di Ukraina. Ketika kami selesai dengan Ukraina, kami akan pergi ke negara-negara yang telah menodai Al-Quran,” kata Kadyrov, menambahkan bahwa ada banyak Muslim di Rusia yang tidak akan mengabaikan insiden tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ramzan-Kadyrov.jpg)