Berita Sragen
18 Kambing di Sragen Mati Mendadak Diduga Kena Serangan Heat Stroke
Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah (Jateng) baru-baru ini mengalami peristiwa belasan kambing mati mendadak.
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah (Jateng) baru-baru ini mengalami peristiwa yang menghebohkan.
Sebelas kambing di desa tersebut ditemukan mati secara mendadak.
Awalnya, berdasarkan informasi dari Kepala Desa Tanggan, terdapat laporan bahwa 57 kambing dan 4 ekor sapi ternak milik penduduk setempat tiba-tiba meninggal.
Namun, setelah dilakukan pengecekan lapangan oleh tim dari Dinas Lingkungan Hidup, Koramil Gesi, dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Sragen, jumlah hewan yang meninggal tidak sebanyak yang dilaporkan awalnya.
"Ternyata hanya ada 18 kambing yang mati, sedangkan 4 sapi yang disebutkan dalam laporan ternyata tidak mati tapi telah dijual oleh pemiliknya," ungkap Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Sragen, Toto Sukarno, pada Kamis (31/8/2023), sebagaimana dikutip dari TribunSolo.com.
Toto menegaskan, "Jadi, tidak ada kematian sapi, yang ada adalah kematian kambing di Tanggan."
Toto Sukarno menjelaskan bahwa dugaan awal terkait penyebab kematian belasan kambing ini adalah karena mengalami dehidrasi atau heat stroke.
Namun, ia menambahkan bahwa penyebab pasti dari kematian hewan-hewan ternak ini akan diketahui setelah hasil pemeriksaan sampel di Laboratorium Kesehatan Hewan Surakarta.
"Kemungkinan besar kambing-kambing ini mati karena cuaca saat ini sedang panas akibat pengaruh El Nino," ujar Tito. "Penyebabnya bisa berupa heat stroke, dehidrasi, atau kekurangan cairan," tambahnya.
Tito juga menjelaskan bahwa kambing dapat mengalami heat stroke atau dehidrasi saat digembala di tempat yang suhunya tinggi.
Setelah kembali dari penggembalaan, kambing menjadi lemas dan bahkan mati setelah diberi minum.
"Cerita dari peternak adalah setelah kambing digembala, mereka pulang dalam kondisi lemas, dan ketika diberi minum, kambing tersebut malah mati," ujar Toto. "Heat stroke dapat terjadi setelah kambing mengalami panas berlebihan dan diberi minum dalam jumlah banyak, yang dapat menyebabkan gangguan pada jantungnya dan akhirnya menyebabkan kematian," pungkasnya.
Hasil penelitian lebih lanjut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang penyebab pasti kematian mendadak kambing di Desa Tanggan, Sragen.
Semoga dengan pemahaman yang lebih baik tentang masalah ini, tindakan pencegahan yang tepat dapat diambil untuk melindungi hewan ternak dari ancaman kondisi cuaca ekstrem seperti heat stroke.
Tertangkap Edarkan Pil Koplo, Penjual Es Teh di Sragen Terancam 12 Tahun Penjara |
![]() |
---|
Tulanto Meninggal Dunia Tersengat Listrik Saat Pangkas Dahan Pohon di Sragen |
![]() |
---|
Apesnya Maling di Sragen: Susah-Susah Curi Motor dalam Kondisi Ban Bocor, Dapatnya Cuma Rp40 Ribu |
![]() |
---|
M Qodari Sebut Terobosan Sigit Pamungkas Jadi Teladan Kepala Daerah di Indonesia |
![]() |
---|
Nasib Dapur MBG Sragen Ditutup Usai Sajikan Nasi Kuning Favorit Anak-anak Ternyata "Beracun" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.