Jumat, 22 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Gempa M 6,8 di Maroko Tewaskan 296 Orang

Kementerian Dalam Negeri Maroko mengumumkan, gempa bumi magnitudo 6,8 yang melanda negara tersebut menewaskan hampir 300 orang.

Tayang:
Tribun Kaltim
Ilustrasi gempa bumi 

TRIBUNJATENG.COM - Gempa bumi terjadi di Maroko pada Jumat (8/9/2023) malam pukul 23.11 waktu setempat atau Sabtu (9/9/2023) pukul 05.11 WIB.

Kementerian Dalam Negeri Maroko mengumumkan, gempa bumi magnitudo 6,8 yang melanda negara tersebut menewaskan hampir 300 orang.

Dilaporkan BBC, Sabtu, pusat gempa berada di Pegunungan Atlas Tinggi, sekitar 71 kilometer barat daya Kota Marrakesh. Tepatnya, pada kedalaman 18,5 kilometer.

Baca juga: Gempa Bumi 9 Kali Dalam 7 Jam, Sabtu 9 September 2023, Cek Mangnitudo dan Lokasi Dari Rilis BMKG

Sekitar 19 menit sejak bencana berkekuatan besar ini mengguncang, gempa susulan kembali menerjang dengan magnitudo 4,9.

Hampir 300 orang tewas akibat bangunan rusak

Orang-orang berlindung dan memeriksa berita di telepon genggam mereka setelah gempa bumi di Rabat, Maroko, pada hari Jumat (8/9/2023).(AP/Mosa'ab Elshamy)
Orang-orang berlindung dan memeriksa berita di telepon genggam mereka setelah gempa bumi di Rabat, Maroko, pada hari Jumat (8/9/2023).(AP/Mosa'ab Elshamy) (Kompas.com/Istimewa)

Berdasarkan laporan sementara Kementerian Dalam Negeri, ratusan orang tewas di Marrakesh dan beberapa daerah di sekitarnya.

"Menurut laporan sementara, gempa tersebut menewaskan 296 orang," terang Kementerian.

Korban tersebar di beberapa daerah, termasuk Kotamadya al-Haouz, Marrakesh, Ouarzazate, Azilal, Chichaoua, dan Taroudant.

Selain korban tewas, sejumlah 153 orang dilaporkan terluka dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Tim penyelamat juga dilaporkan mengalami kesulitan untuk mencapai daerah yang terkena dampak paling parah akibat jalan-jalan yang rusak.

Sementara itu, dikutip dari Reuters, beberapa video di media sosial X  menunjukkan kondisi bangunan rusak dan jalan yang dipenuhi puing-puing.

Orang-orang juga tampak melarikan diri karena khawatir, menembus jalanan penuh reruntuhan dan berdebu.

Kesaksian korban gempa

Warga desa Pegunungan Asni yang dekat dengan pusat gempa, Montasir Itri mengatakan, sebagian besar rumah di kawasannya rusak.

"Tetangga kami berada di bawah puing dan orang-orang bahu-membahu untuk menyelamatkan mereka dengan menggunakan sarana yang tersedia di desa," katanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved