Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

10 Ribu Warga Libya Hilang Tersapu Banjir Bandang, 2.000 Ditemukan Meninggal

Banjir bandang dahsyat menerjang Libya. Beberapa wilayah di Libya Timur yaitu Benghazi, Sousse, Al Bayda, Al-Marj dan Derna, terendan banjir. Lebih da

Editor: m nur huda
Kompas.com/Istimewa
Foto yang dirilis kantor perdana menteri sementara Libya yang berbasis di Benghazi pada 11 September 2023 menunjukkan orang-orang memeriksa kerusakan di daerah banjir di kota Derna timur, sekitar 290 kilometer timur Benghazi, setelah badai Mediterania Daniel. (Kantor Pers Perdana Menteri Libya/AFP) 

TRIBUNJATENGCOM, LIBYA - Banjir bandang dahsyat menerjang Libya. Beberapa wilayah di Libya Timur yaitu Benghazi, Sousse, Al Bayda, Al-Marj dan Derna, terendan banjir. Lebih dari 2.000 warga setempat ditemukan meninggal dunia.

Hingga kini proses evakuasi dan pencarian korban hanyut masih terus dilakukan. Masih ada ribuan warga Libya yang hilang diterjang banjir bandang dan topan tersebut. Pemerintah Libya menetapkan status siaga atau darurat, Selasa (12/9/2023).

Terkait kondisi di Libya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan KBRI Tripoli terus memantau perkembangan di lapangan.

KBRI juga telah mengeluarkan imbauan melalui jejaring masyarakat agar WNI di wilayah tersebut meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau prakiraan cuaca melalui media resmi pemerintah.

Demikian peringatan yang disampaikan Palang Merah pada hari Selasa (12/9).

Para pejabat di Libya mengatakan sejauh ini, sedikitnya 150 orang telah tewas akibat banjir di Libya setelah badai Daniel menyapu Mediterania, menerjang Turki, Bulgaria dan Yunani.

Namun, Tamer Ramadan dari Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC) mengatakan jumlah korban sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.

"Tim kami di lapangan masih melakukan penilaian, (tetapi) dari apa yang kami lihat dan dari berita-berita yang sampai kepada kami, jumlah korban tewas sangat besar," katanya kepada wartawan di Jenewa melalui tautan video dari Tunis.

"Mungkin mencapai ribuan," imbuhnya, dikutip kantor berita AFP, Selasa (12/9/2023).

"Kami belum mempunyai angka pasti saat ini," katanya, seraya menekankan bahwa organisasi tersebut memiliki sumber independen yang mengatakan "jumlah orang hilang sejauh ini mencapai 10.000 orang."


Korban Bertambah

Berbicara di jaringan Libya, Almasar, Oussama Hamad, perdana menteri pemerintahan yang berbasis di timur, telah melaporkan "lebih dari 2.000 orang tewas dan ribuan hilang" di kota Derna saja. Namun, tidak ada sumber medis atau layanan darurat yang mengonfirmasi angka tersebut.

Namun, Ramadan mengatakan, jika dilihat dari angka-angka yang dilihatnya, "sangat mungkin bahwa angka yang dinyatakan (oleh pejabat wilayah timur) mendekati angka yang sebenarnya".

Dia berharap IFRC dapat memberikan jumlah korban bencana yang lebih tepat pada Selasa (12/9) malam waktu setempat. "Kebutuhan kemanusiaan jauh melebihi kemampuan Bulan Sabit Merah Libya dan bahkan kemampuan pemerintah," kata Ramadan.

"Itulah sebabnya pemerintah di wilayah timur telah mengeluarkan permohonan dukungan internasional," ujarnya, seraya menambahkan bahwa IFRC juga bersiap meluncurkan permohonan darurat untuk mendapatkan dana guna melakukan respons bencana tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved