Konflik Rusia dan Ukraina
Bayi 9 Bulan Jadi Korban Serangan Rusia di Permukiman Kherson Ukraina
Serangan tersebut melukai 11 orang termasuk bayi berusia sembilan bulan, kata otoritas setempat pada Minggu (8/10/2023).
TRIBUNJATENG.COM, KHERSON - Rusia melancarkan serangan di permukiman Kota Kherson, Ukraina selatan.
Serangan tersebut melukai 11 orang termasuk bayi berusia sembilan bulan, kata otoritas setempat pada Minggu (8/10/2023).
Ukraina merebut kembali Kherson pada November 2022, tetapi kota ini masih dalam jangkauan tembakan Rusia.
Baca juga: Pertama Kali sejak 1973, Israel Resmi Deklarasikan Perang Melawan Hamas
“Kherson kembali mengalami malam yang mengerikan.
(Rusia) berulang kali menembaki kota dan permukiman tersebut,” kata gubernur regional Oleksandr Prokudin, dikutip dari kantor berita AFP.
"Sebelas warga terluka.
Seorang perempuan berusia 27 tahun dan putrinya yang berumur sembilan bulan dirawat di rumah sakit dalam kondisi sedang," tambahnya.
Prokudin kemudian mengunggah video yang memperlihatkan bangunan tempat tinggal dengan jendela dan dinding pecah di beberapa lantai.
Korban luka juga termasuk satu petugas medis Palang Merah berusia 33 tahun yang dirawat di rumah sakit.
“Rusia percaya dengan taktik teror,” kata kepala staf kepresidenan Ukraina Andriy Yermak melalui aplikasi perpesanan Telegram.
Tercatat ada 59 serangan di wilayah Kherson yang dikuasai Ukraina, menurut Gubernur Prokudin. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rusia Serang Permukiman Kherson di Ukraina, Bayi 9 Bulan Jadi Korban"
Baca juga: Serukan Genjatan Senjata, Rusia Siap Bantu Proses Pedamaian Israel-Palestina secara Permanen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-bayi_20160722_144756.jpg)