Berita Jepara
Petani Jagung di Jepara Terancam Gagal Panen, Sungai Sudah Kering Kerontang
Kondisi kesulitan air sudah dialaminya sejak 1,5 bulan atau awal September 2023, petani jagung sama sekali tak dapat pasokan air.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Petani jagung di Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, terdampak kemarau panjang.
Lahan sawah mereka kini kering kerontang.
Jika kondisi ini berkepanjangan, bukan tidak mungkin tanaman mereka gagal panen.
Kondisi tanaman jagung terancam panen yang ditemui Tribunjateng.com berada di dua desa di Kecamatan Welahan yakni Desa Teluk Wetan dan Sidigede.
Para petani kini berusaha mencari sumber mata air di area lahan sawah.
Baca juga: KLHK Acungi Jempol Keunggulan Pengelolaan Sampah di Kabupaten Jepara
Baca juga: Ketua DPRD Jepara Gus Haiz Dorong Pemkab Meriahkan Alun-alun 2
Masing-masing pemilik lahan menggali lagi sumur bor yang berada di sawah tanah untuk mendapatkan air.
Kemudian airnya disedot menggunakan mesin diesel, lalu dialirkan ke sawah.
Sebagian dari mereka berhasil mendapat air, meski tidak berlimpah, sebagian lagi gagal.
Seorang petani jagung, Udin menceritakan, kondisi kesulitan air sudah dialaminya sejak 1,5 bulan atau awal September 2023.
Selama rentang waktu tersebut, dia sama sekali tidak mendapat pasokan air.
Sebelumnga, kata dia, kondisi sungai di dekat sawah masih bisa diandalkan untuk sumber pengairan air.
Namun kini setelah sungai kering, petani kebingungan mencari air.
“Saat ini sungai sudah tidak ada airnya, sumur bor digali lagi,” kata warga Desa Sidigede kepada Tribunjateng.com, Rabu (11/10/2023).
Baca juga: Lapor Polisi di Jepara Cukup dengan Chatbox Siraju, Layanan Cepat dan 24 Jam, Begini Caranya
Baca juga: Penyandang Disabilitas di Jepara Disasar Pendidikan Pemilih Gawe Pemilu 2024
Dia berharap, kondisi kemarau tidak semakin lama.
Sehingga musim hujan bisa mengatasi kekeringan ini.