Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Truk-truk Bantuan Pangan Tertahan di Perbatasan Mesir, Penduduk Gaza Terancam

Truk-truk yang mengangkut bantuan kemanusiaan tertahan di Rafah yang merupakan perbatasan Mesir dengan Gaza.

Editor: m nur huda
Reuters/Ibraheem Abu Mustafa
Truk-truk yang mengangkut bantuan kemanusiaan tertahan di Rafah yang merupakan perbatasan Mesir dengan Gaza. 

TRIBUNJATENG.COM, RAFAH - Truk-truk yang mengangkut bantuan kemanusiaan tertahan di Rafah yang merupakan perbatasan Mesir dengan Gaza.

Perbatasan tersebut telah diblokasde sejak beberapa waktu terakhir akibat gencarnya serangan militer Israel.

Penduduk dan kelompok kemanusiaan pun memohon agar mereka dapat memperoleh air, makanan, dan bahan bakar untuk generator yang mati, pada Senin (16/10/2023).

Saat ini wilayah Palestina yang ditutup oleh Israel nyaris lumpuh total.

Rumah sakit berada di ambang pemadaman listrik, yang mengancam nyawa ribuan pasien.

Selain itu ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi dari rumah mereka kesulitan mencari roti. 

Sementara itu, Israel masih terus melancarkan serangan udara di Gaza ketika invasi darat semakin dekat.

Di sisi sebaliknya, militan Hamas terus melancarkan serangan roket, dan ketegangan pun semakin meningkat di dekat perbatasan Israel-Lebanon.

Lebih dari seminggu setelah Israel memutus pasokan berbagai bantuan ke Gaza, kini semua mata tertuju pada perbatasan Rafah, satu-satunya penghubung Gaza ke Mesir.

Mediator berusaha mencapai gencatan senjata yang memungkinkan bantuan masuk dan mengeluarkan orang asing yang terjebak.

Serangan udara Israel memaksa jalur penyeberangan tersebut ditutup pekan lalu, dan media lokal melaporkan bahwa Israel kembali menyerang jalur penyeberangan tersebut pada hari Senin.

Israel mengevakuasi kota-kota di dekat perbatasan utaranya dengan Lebanon, tempat militer berulang kali terlibat baku tembak dengan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken bertemu dengan menteri pertahanan Israel.

Sementara itu Presiden Amerika Serikat Joe Biden mempertimbangkan apakah akan mengunjungi Israel setelah mendapat undangan dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Berbicara kepada Knesset Israel, Netanyahu memperingatkan Iran dan Hizbullah, “Jangan uji kami di utara. Jangan membuat kesalahan di masa lalu. Saat ini, harga yang harus Anda bayar akan jauh lebih berat,” ujarnya sambil mengacu pada perang Israel dengan Hizbullah pada tahun 2006, yang terjadi di Lebanon.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved