Berita Kudus
PT Djarum Serahkan 15 Rumah Warga Kudus Setelah Diperbaiki, Saroni: Sekarang Rumah Saya Tidak Bocor
PT Djarum menyerahkan 15 rumah warga Kabupaten Kudus yang telah selesai diperbaiki kepada pemiliknya.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – PT Djarum menyerahkan 15 rumah warga Kabupaten Kudus yang telah selesai diperbaiki kepada pemiliknya. Penyerahan secara seremoni berlangsung di Balai Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus, Kamis (21/12/2023).
Penyerahan 15 rumah tersebut menggenapkan bahwa tahun ini PT Djarum telah melakukan perbaikan rumah tidak layak huni milik warga Kudus dengan jumlah sebanyak 25 rumah. 10 rumah warga Kudus telah selesai diperbaiki Djarum dan diserahkan pada Agustus lalu.
15 rumah milik warga Kudus tersebut terdiri atas 8 rumah di Kecamatan Undaan, 4 rumah di Kecamatan Kaliwungu, dan 3 rumah di Kecamatan Dawe, dengan nilai total bantuan Rp 900 juta.
Perbaikan rumah atau pembangunan ulang ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial PT Djarum yang disalurkan dalam program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH).
Tahun ini total ada 35 rumah yang dibangun PT Djarum. 25 rumah milik warga Kudus, sisanya yaitu 5 rumah di Kabupaten Blora dan 5 rumah di Kabupaten Grobogan.
Deputy General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, pembangunan RSLH merupakan bentuk nyata upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem (PKE) yang digagas Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada 2021. Selama dua tahun hingga akhir 2023 ini, PT Djarum telah membangun 70 RSLH di Jawa Tengah senilai Rp 4 miliar.
“Khusus di Kudus yang merupakan area produksi PT Djarum, kami berupaya memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Kota Kretek,” kata Budiharto.
Budiharto menjelaskan, pembangunan RSLH telah memenuhi tiga hal dasar yakni sehat, aman, dan layak huni. Dari sisi kesehatan, renovasi melingkupi perbaikan sanitasi, pencahayaan serta memastikan udara bersirkulasi baik. Selain itu, rumah aman dan layak huni karena dibangun dengan pondasi serta konstruksi kuat dan kokoh sehingga dapat menjadi tempat nyaman untuk bernaung seluruh keluarga.
Salah seorang warga penerima manfaat RSLH Saroni (45) warga Desa Medini RT 2 RW 2 Kecamatan Undaan Kudus berterima kasih atas program perbaikan rumah. Sebab selama 8 tahun sebelumnya dia tinggal di rumah berukuran 4x10 meter dengan kondisi yang mengenaskan. Beralaskan tanah, berdinding anyaman bambu, dan atapnya bocor saat hujan turun.
“Dengan diperbaiki rumah saya kini menjadi sangat nyaman. Dindingnya sekarang tembok dan tidak bocor. Saya juga tidak mengeluarkan uang sama sekali untuk perbaikan rumah ini,“ kata Saroni yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani.
Sementara Penjabat Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan mengapresiasi upaya untuk mengatasi kemiskinan ekstrem yang dilakukan oleh PT Djarum dalam menggelontorkan program corporate social responsibility (CSR) melalui RSLH.
Bergas berharap apa yang dilakukan oleh PT Djarum dalam upaya penanganan kemiskinan ekstrem dengan melakukan perbaikan rumah warga miskin bisa ditiru oleh perusahaan lainnya. Dengan begitu, kemiskinan ekstrem bisa segera teratasi.
“Pemerintah tidak bisa sendiri, upaya menangani kemiskinan ekstrem ini harus dikeroyok bersama-sama,” kata Bergas. (*)
Baca juga: Not Angka Pianika Lagu Hari Ibu, Oh Bunda Ada dan Tiada Dirimu Kan Selalu Ada di Dalam Hatiku
Baca juga: Pj Gubernur Jateng Tekankan Pentingnya Peran Ibu dalam Penurunan Stunting
Baca juga: Masyarakat Diberikan Pemahaman Tentang Monitoring Jalannya Pemilu
Baca juga: PASI Jateng Intip Peluang Rebut Tiga Emas di PON XXI Aceh-Sumut
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/PT-Djarum-di-Balai-Desa-Kalirejo-Undaan.jpg)