Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Hari Ini

Blak-blakan Bos PSIS Semarang: Finansial Mahesa Jenar Lagi Tak Baik-baik Saja, Gaji Pemain Dicicil

Kondisi keuangan yang tidak stabil membuat manajemen PSIS Semarang terpaksa harus menunda hingga mencicil pembayan gaji ke pemainnya di musim ini.

Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi. 

Sepinya partai kandang, PSIS Semarang semakin membuat tim kurang pemasukan.

"Di PSIS itu sama, punya masalah pembayaran gaji," kata Yoyok Sukawi seperti dilansir dari TribunJakarta.com, Jumat (29/12/2023).

"Karena ekonomi di dunia ini turun jadi tiket penonton berkurang, sponsor juga berkurang," terangnya.

Faktor lainnya adalah kaburnya para sponsor yang mendukung tim.

Aksi dua dirigen Panser Biru, Ferry Opel dan Jefri Agus Ridwan saat memandu para suporter Panser Biru di sisi tribun selatan Stadion Jatidiri saat pertandingan PSIS Semarang kontra PSS Sleman 3 Desember 2023. 
 
Aksi dua dirigen Panser Biru, Ferry Opel dan Jefri Agus Ridwan saat memandu para suporter Panser Biru di sisi tribun selatan Stadion Jatidiri saat pertandingan PSIS Semarang kontra PSS Sleman 3 Desember 2023.   (TRIBUNJATENG/Franciskus Ariel Setiaputra)

Baca juga: "Dalam Doaku Mahesa Jenarku" Ini Kunci Gitar Chord Romansa di Jiwa PSIS Semarang

Baca juga: Kaleidoskop 2023: Duo PSIS, Carlos Fortes dan Gali Freitas Masuk Daftar Shot on Target Terbanyak

Sponsor memiliki peran besar dalam keberlangsungan tim di kompetisi Liga 1.

Bila sponsor menarik diri, tentunya manajemen klub perlu berusaha menutupi pengeluaran tim yang membengkak.

"Persija Jakarta juga ngomong kalau sponsor kabur, tiket penonton sulit, dan lain sebagainya," terang CEO PSIS Semarang itu.

"Kalau di PSIS Semarang sebetulnya sama."

"Kami sudah over budget (alias) terlalu banyak sebenarnya, tapi kami punya komitmen untuk selalu menyelesaikan kewajiban, cuma mungkin telat," lanjutnya.

Yoyok Sukawi pun mengakui tak akan membiarkan para pemain dan staff terlalu lama menunggu tanggal gajian.

"Tapi telatnya tidak sampai lama, tidak sebulan dua bulan."

"Kami pakai skema misal gajian tanggal 10, langsung lunas di depan, sekarang kami cicil," tambah Yoyok Sukawi.

Pada kesempatan yang sama, Yoyok Sukawi juga mengungkapkan alasan memilih menggunakan metode cicil.

"Mengapa kami cicil?"

"Karena PSIS Semarang usaha kami butuh waktu untuk berputar menghasilkan uang."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved