Pemilu 2024
Debat Terbuka, PPI Jerman Ajak Tim Ahli Capres-Cawapres Bahas Pembangunan Daerah dan Tata Ruang
Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman (PPI Jerman) menggelar forum debat terbuka bagi para tim ahli pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, BONN - Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman (PPI Jerman) menggelar forum debat terbuka bagi para tim ahli pasangan calon presiden dan wakil presiden RI 2024-2029.
Kegiatan bertajuk “Pembangunan Daerah dan Tata Ruang” ini digelar secara hibrid, luring maupun daring, Sabtu (20/1/2024).
Lokasi luring berada di Hörsaal 17, Hauptgebäude, Universität Bonn, Jerman.
Baca juga: Ngopi Santai FKIP UMP: Aspirasi Mahasiswa dan Rangkul Minat Bakat dalam Diskusi Bersama
Dalam debat ini, Tim Anies-Muhaimin diwakili oleh Prof. Sulfikar Amir.
Adapun Mikhail Gorbachev Dom menjadi perwakilan tim Prabowo-Gibran.
Sementara, Michael Victor Sianipar menjadi perwakilan tim Ganjar-Mahfud.
Dalam kata pembukaannya, Ketua Umum PPI Jerman Agnia Dewi Larasati mengatakan, pembangunan yang didorong daerah akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Karena itulah, topik “Pembangunan Daerah dan Tata Ruang” dirasa penting oleh PPI Jerman untuk diangkat dalam forum debat ini.
Ketua Pelaksana Forum, Geraldus Kevin Martimbang, menyampaikan bahwa pemilihan topik dan format pelaksanaan debat yang padat ditujukan untuk menyaring gagasan para pasangan calon supaya jawaban yang diberikan tidak sekadar normatif.
“Kami ingin forum ini bukan hanya memeriahkan diskusi publik yang sedang berkembang, melainkan juga menjadi wadah pendidikan politik dan kewarganegaraan bagi para pelajar Indonesia di sini (Jerman) yang sedang jauh dari tanah air.” kata Geraldus sesuai rilis yang diterima TribunJateng.com, Senin (22/1/2024).
Dalam forum debat, Tim Panelis PPI Jerman menyampaikan aspirasi dan pertanyaan untuk menggali gagasan para tim ahli yang mencakup pokok bahasan desentralisasi fiskal, perencanaan pembangunan daerah berbasis inovasi, pengelolaan kota masa depan, pengembangan kawasan hutan, penanganan konflik agraria, dan penyediaan basis informasi geospasial sebagai dasar pembangunan.
Dalam diskusi terkait perencanaan pembangunan daerah, Prof. Sulfikar Amir mengkritisi pemerintah pusat yang menurutnya seringkali tidak memberikan kesempatan maksimal kepada pemerintah daerah untuk melaksanakan pembangunan secara otonom.
Selain itu, banyak proyek strategis dari pemerintah pusat yang dilaksanakan secara top-down tanpa peninjauan dan dialog bersama pemerintah daerah maupun masyarakat di sekitar proyek.
“Akibatnya, proyek bersifat disembedded terhadap realita ekonomi dan sosial masyarakat yang ada di daerah tersebut.” lanjut Sulfikar Amir.
Sementara, Mikhail Gorbachev Dom menyoal penyediaan basis informasi untuk pembangunan daerah.
| Membaca Ulang Partisipasi Pemilih pada Pemilu Tahun 2024: Antara Antusiasme Elektoral dan Kejenuhan |
|
|---|
| Inilah Sosok Rizqi Iskandar Muda Anggota DPRD Jawa Tengah Termuda Asal Batang, Dilantik Bareng Ayah |
|
|---|
| Kisah Happy Franz Haloho, Dilantik Jadi Anggota DPRD 2024-2029 Meski Hanya Modal 94 Suara |
|
|---|
| 2 Caleg PDIP Ancam Kepung Gedung DPRD Karanganyar, Jika Tak Dilantik Sebagai Wakil Rakyat |
|
|---|
| Komeng Raih 5.399.699 Suara, Ternyata Tak Otomatis Jadi Ketua DPD, Justru Malah Nama Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Perhimpunan-Pelajar-Indonesia-di-Jerman-PPI-Jerman.jpg)