Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Amerika

Sosok Kenneth Eugene Smith Si Pembunuh yang akan Diuji Coba Dihukum Mati Pakai Gas Nitrogen

Amerika Serikat mengizinkan rencana untuk mengeksekusi Smith dengan cara memasangkan masker kedap udara di wajahnya

youtube/wkrg
Kenneth Eugene Smith 

TRIBUNJATENG.COM, AMERIKA - Pada Kamis (25/1/2024), Kenneth Eugene Smith akan menjadi orang pertama yang dieksekusi mati di Amerika Serikat menggunakan metode peracunan dengan gas nitrogen.

Di hari-hari terakhirnya, Smith mengatakan kepada BBC bahwa ia dihantui berbagai pikiran tentang metode yang belum teruji itu.

Kenneth Eugene Smith sudah di ambang kematian.

Namun, para algojo membutuhkan waktu beberapa jam sampai ia benar-benar tewas.

Mereka menidurkan Smith di atas tempat tidur yang diletakkan di "kamar kematian" di Lembaga Pemasyarakatan Holman, kemudian menyuntiknya dengan campuran kimia mematikan.

Namun, mereka gagal.

Tak berhasil menemukan pembuluh darah Smith, mereka akhirnya menyerah ketika jam menunjukkan tengah malam.

Surat perintah hukuman mati bagi Smith pun kedaluwarsa.

Semua itu terjadi pada November 2022. Sekarang, Negara Bagian Alabama kembali mencoba menghabisi nyawa Smith.

Kali ini Amerika Serikat mengizinkan rencana untuk mengeksekusi Smith dengan cara memasangkan masker kedap udara di wajahnya, memaksa pria itu menghirup nitrogen sehingga gas tersebut bakal menyedot habis oksigen dari dalam tubuhnya.

Komisioner Tinggi PBB untuk HAM menyatakan bahwa metode itu tak pernah dilakukan sebelumnya.

Mereka menganggap metode itu dapat masuk dalam kategori penyiksaan, perlakuan tak berprikemanusiaan. Komisioner itu pun meminta rencana itu dibatalkan.

Pengadilan Federal AS menolak permintaan pengacara Smith untuk membatalkan eksekusi mati itu.

Hingga saat ini, belum ada hasil dari upaya banding terakhir. Smith pun masih dijadwalkan untuk dieksekusi mati pada Kamis (25/1/2024).

Ia merupakan salah satu dari dua orang yang didakwa atas pembunuhan istri seorang pendeta, Elizabeth Sennett.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved