Berita Jepara
Penjual Kerang Kedungmalang Jepara Nekat Turunkan Harga Untuk Menarik Pembeli
Akibat hujan cukup kerap turun membuat pedagang kerang di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara menjadi sepi pembeli dan harus menjual
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Akibat hujan cukup kerap turun membuat pedagang kerang di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara menjadi sepi pembeli dan harus menjual dagangan dengan harga murah.
Pantau Tribunjateng di lokasi, nampak pedagang kerang dan ikan di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, nampak tidak terlalu ramai pembeli.
Tak hanya pembeli saja, namun beberapa penjual juga tidak membuka lapak dagangannya akibat turun hujan cukup deras.
Satu diantara pedagang kerang, Husnul Ababi mengatakan bahwa hampir merata pedagang kerang dan ikan harus menjual dagangan dengan harga murah akibat sepi pembeli.
“Di sini memang rata-rata dijual dengan harga murah. Karena kalau tidak hari Sabtu-Minggu dan hari besar yang jual cuma sedikit. Dengan itu, kami pasarkan dengan harga murah,” kata Husnul kepada Tribunjateng, Sabtu (3/2/2024)
Dia menyampaikan bahwa biasanya ketika hari libur seperti Sabtu dan Minggu dagangannya ramai beli, namun akibat hujan menjadi sepi.
Harga kata dia, Kerang hijau dibanderol dengan harga Rp 5 ribu perkilogram
Kemudian, untuk kerang salju, kerang batik, dan kerang dara dibanderol dengan harga Rp 10-15 ribu perkilogramnya, untuk tiram dihargai Rp 30 perkilogramnya.
Akibat sepi pembeli, Husnul pun harus mengalami penurunan omset sekiranya 50 persen dari pendapatan biasanya.
"Seumpama sehari bisa untung Rp 100 ribu tapi karena hujan terus jadi sepi pembeli yang dapat Rp 50 ribu itu," ujarnya.
Warga asli Kedungmalang, Kecamatan Kedung ini mengaku lebih memilih menjual kerang daripada ikan lantaran perolehan maupun harga ikan terbilang tidak jelas.
“Ombak laut yang kencang juga menjadi pengaruh dalam pendapatan kerang. Namun, saya tetap masih istiqomah jualan kerang sebab penjualan kerang lebih aman dibanding ikan,” ucapnya.
Hal serupa disampaikan, Ngatimah berjualan aneka biota laut, seperti kerang, udang, dan ikan.
Dia mengatakan bahwa saat ini bisa menjual sebanyak 2 kilogram saja sudah merasa untung.
Ia menyampaikan saat ini saja belum laku sama sekali jualnya.
"Kalau sehari ini saya jualanga cuma 5 Kg itu termasuk udang, ikan, kerang, itu habis sudah bersyukur , kadang masih, kadang 2 kilogram tidak terjual. Seperti ini belum terjual, tergantung kondisi," ucapnya.(Ito)
| Program Turus Jalan Jepara, 7 KM Lahan Marginal Jadi Sasaran Budidaya Tanaman Buah |
|
|---|
| Jalan Sepanjang 747 Meter di Keling Jepara Mulai Dibangun |
|
|---|
| 10 Pemuda Desa Kawak Jepara Mainkan Sepakbola Api 25 Menit, Simbol Memerangi Hawa Nafsu dan Amarah |
|
|---|
| Menempa Kesabaran di Lembaran Kayu, Danisa Buktikan Gadis Remaja Juga Lihai Memahat di Jepara |
|
|---|
| Mengintip Tradisi Jembul Tulakan di Jepara, Gunungan Bambu yang Diyakini Bisa Bikin Sawah Subur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Husnul-Ababi-pedagang-kerang-di-Desa-Kedungmalang-Kecamatan-Kedung-Kabupaten-Jepara.jpg)