Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Konsumsi Rumah Tangga Terjaga, Ekonomi RI 2023 Tumbuh 5,05 Persen

Ekonomi Indonesia sepanjang 2023 tumbuh 5,05 persen yoy, lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi pada 2022 lalu sebesar 5,31 persen.

Tayang:
Editor: Vito
istimewa
ilustrasi ekonomi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2023 sebesar 5,05 persen secara tahunan (year on year/yoy). Realisasi itu lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi pada 2022 lalu sebesar 5,31 persen.

Kinerja ekonomi sepanjang tahun lalu tak lepas dari kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2023 yang tercatat sebesar 5,04 persen (yoy). Realisasi itu lebih pesat dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.

Secara lebih rinci, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2023 tercatat sebesar 5,04 persen, lalu di kuartal II/2023 tumbuh sebesar 5,17 persen, dan pada kuartal III/2023 tumbuh sebesar 5,04 persen.

"Di tengah perlambatan ekonomi global dan menurunnya harga komoditas unggulan, ekonomi Indonesia tetap tumbuh solid 5,05 persen," ujar Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (5/2).

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,05 persen didapat dari produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp 12.301,4 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp 20.892 triliun.

Amalia menuturkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun lalu turut dipengaruhi kondisi perekonomian global. Pertumbuhan ekonomi global diproyeksi berlanjut, namun melambat.

"Pertumbuhan ekonomi tahun 2023 secara global diperkirakan akan tetap tumbuh meskipun sedikit melambat," katanya.

Imbas dari perlambatan ekonomi tersebut, Amalia menyatakan, aktivitas perdagangan global pun melemah. Hal itu kemudian berimplikasi terhadap sumber pertumbuhan ekonomi nasional yang berasal dari perdagangan internasional.

Dari sisi pengeluaran di dalam negeri, dia menambahkan, konsumsi rumah tangga masih terjaga, dengan pertumbuhan 4,82 persen. Hal itu dipicu laju inflasi yang terjaga di bawah 3 persen.

"Kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi, inflasi Desember 2023 tercatat sebesar 2,61 persen, sejak Juni 2023 selalu berada di bawah 4 persen," bebernya.

Kemudian, Amalia menyatakan, komponen pengeluaran lembaga non-profit (LNPRT) tumbuh tinggi sebesar 9,83 persen. Pertumbuhan itu didorong oleh peningkatan aktivitas persiapan pemilu, baik yang dilakukan oleh peserta maupun penyelenggara pemilu.

"Jika dilihat dari sumber pertumbuhan secara kumulatif pada 2023, dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,55 persen," tuturnya Amalia.

"Selain itu pertumbuhan ekonomi tahun 2023 juga ditopang oleh komponen seperti PMTB (pembentukan modal tetap bruto) yang memberikan sumber pertumbuhan sebesar 1,38 persen, dan net ekspor yang memberikan sumber pertumbuhan sebesar 0,66 persen," jelasnya.

Lapangan usaha

Sementara itu, dari sisi lapangan usaha sepanjang 2023 tumbuh positif. Industri pengolahan, perdagangan, pertanian, pertambangan, dan konstruksi menjadi lapangan usaha yang berkontribusi besar dan melanjutkan tren pertumbuhan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved