Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Debit Air Bendung Wilalung Kudus Terus Meningkat, Karno: Pintu Pengendali Banjir Difungsikan

Meluapnya debit air di Bendung Wilalung sejauh ini hanya berdampak pada wilayah pertanian warga sekitar. 

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/SAIFUL MASUM
Kondisi Bendung Pengendali Banjir (PB) Wilalung di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Selasa (6/2/2024) meluap. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bendung Pengendali Banjir (PB) Wilalung di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Selasa (6/2/2024) meluap. 

Debit air di Bendung Wilalung pada Selasa (6/2/2024) dini hari sudah mencapai lebih dari 800 m⊃3;/s.

Kondisi tersebut mengharuskan petugas membuka salah satu pintu pengendali banjir atas dasar standar operasional prosedur (SOP) dan kesepakatan beberapa wilayah.

Operator Bendung Wilalung, Karno mengatakan, kenaikan debit air di Bendung Wilalung terjadi sejak Senin (5/2/2024) pagi. 

Puncaknya terjadi pada Selasa (6/2/2024) mencapai 852 m⊃3;/s dan masih berpotensi naik. 

Baca juga: DPRD Kudus Sentil Pj Bupati dan Kepala OPD, Program Kerja APBD 2024 Tak Kunjung Dijalankan

Baca juga: BPBD Kudus Siap Bantu Jalannya Pemilu 2024 Ketika Terjadi Bencana

Kata dia, SOP jika kondisi debit air mencapai lebih dari 800 m⊃3;/s dilakukan pembukaan pintu pengendali banjir.

Pembukaan pertama dilakukan pada pukul 02.00 seluas 5 sentimeter ke arah Sungai Juwana pada salah satu pintu pengendali banjir. 

"Setelah dibuka tahap pertama atas ijin dari pihak terkait, kondisi debit air masih meningkat."

"Kemudian dibuka lagi tambahan 5 sentimeter."

"Jadi total saat ini dibuka 10 sentimeter ke arah Sungai Juana."

"Semua itu ada SOP-nya, tidak sembarangan dan dilakukan secara bertahap," terangnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (6/2/2024). 

Pihaknya masih terus memantau situasi dan kondisi yang terjadi di Bendung Wilalung

Jika debit air semakin meningkat, pembukaan di pintu pengendali banjir bisa saja ditambah. 

Jika hal ini tidak dilakukan bisa mengancam masyarakat sekitar, utamanya pada tanggul sebelah barat Bendung Wilalung dikhawatirkan bisa jebol membanjiri masyarakat di wilayah Demak. 

Baca juga: 57 Tim Futsal Berlaga dalam Kejuaraan Tarkam Kemenpora RI di Kudus

Baca juga: Resmikan Ruang ICU Baru RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Tingkatkan Pelayanan Prima

"SOP dilihat ada kenaikan atau penambahan debit air."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved