Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Rektor Unika Diminta Buat Video Apresiasi Jokowi Oleh Oknum Mengaku Polisi dari Polrestabes Semarang

Nomor tak dikenal yang mengaku sebagai polisi meminta Rektor Unika Soegijapranata Kota Semarang, Ferdinandus Hindiarto untuk membuat video.

Editor: rival al manaf
handout/png
Ilustrasi oknum polisi. 

TRIBUNJATENG.COM - Nomor tak dikenal yang mengaku sebagai polisi meminta Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Kota Semarang, Ferdinandus Hindiarto untuk membuat video yang mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi.

Permintaan kepada rektor itu bahkan disampaikan berkali-kali, namun Rektor Unika tidak merespons.

Sosok yang mengaku polisi itu menghubungi Ferdinand melaluhi Whats App.

Baca juga: Unika Soegijapranata 196 Mahasiswa, Ini Pesan Rektor Ferdinand Hindiarto Kepada Wisudawan

Baca juga: Para Eks Pimpinan KPK Peringatkan Jokowi soal Standar Etika dan Moral

Dr. Ferdinand Hindiarto selaku narasumber dalam workshop “Self Made Decision” yang bertempat di Gedung Sport Hall SCU pada tanggal 3 Juli 2023.
Dr. Ferdinand Hindiarto selaku narasumber dalam workshop “Self Made Decision” yang bertempat di Gedung Sport Hall SCU pada tanggal 3 Juli 2023. (IST)

 

Dia mengaku sebagai anggota Polrestabes Semarang dan bertindak atas instruksi Polda Jateng.

"WA (WhatsApp) dari anggota Polrestabes Semarang atas instruksi Polda Jateng menghubungi Jumat," kata Ferdinand.

Dia menjelaskan, pemilik nomor yang mengaku dari polisi tersebut mulai menghubunginya pada Jumat 2 Febuari 2024 yang lalu.

"Nomor satu diminta mengapresiasi kinerja Pak Jokowi."

"Kedua bahwa pemilu ini mencari penerus Pak Jokowi. Yang ketiga lupa," jelasnya dikutip dari kompas.com, Selasa (6/2/2024).

Oknum tersebut memintanya untuk membuat video testimoni untuk Jokowi dengan poin-poin yang telah dikirimkan.

"Beliau meminta saya untuk buat video. Tapi saya nggak respons, karena kami memang berbeda," ujarnya.

Kemudian pada Sabtu, 3 Febuari 2024 menghubunginya kembali dengan mengirimkan video-video testimoni dari kampus lain.

"Ini bapak semuanya sudah ngirim untuk saya kirim ke Kapolda," ucap Ferdinand menirukan pesan yang dikirim kepadanya.

Merasa tak perlu membuat video testimoni tersebut, ia memilih untuk tidak membalas pesan dari nomor tersebut.

"Saya nggak respons karena itu bukan pilihan kami," paparnya.

Lalu pada Senin, 5 Febuari 2024 nomor tersebut kembali menghubunginya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved