Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemilu 2024

Video Porno Warnai Deklarasi Pemilu Adil yang Digelar Guru Besar dan Dosen ITB, Diduga dari Ini

Deklarasi pernyataan sikap terkait Pemilu 2024 oleh guru besar-dosen ITB, yang digelar secara hybrid diwarnai dengan insiden munculnya video porno

Tayang:
Editor: Muhammad Olies
The New York Times
Ilustrasi seseorang sedang mengunggah film porno di media sosial 

TRIBUNJATENG.COM - Deklarasi pernyataan sikap terkait Pemilu 2024 yang digelar guru besar dan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), yang digelar secara hybrid dan diikuti ratusan peserta Senin (5/2/2024) diwarnai dengan insiden munculnya tayangan video porno.

Video porno tersebut muncul dari salah satu peserta di Zoom Meeting. Oknum peserta tersebut menampilkan video tak senonoh di layar Zoom Meeting di acara yang bertajuk "Mencegah Kemunduran Demokrasi Malu Menjadi Bangsa" itu.   

Peristiwa itu kemudian tersebar di sejumlah grup WhatsApp dan media sosial X atau Twitter di akun @ITBfess.

Kontan saja, insiden ini menjadi perbincangan hangat di dunia maya.

Baca juga: Giliran Guru Besar Unpad Kritik Jokowi: Selamatkan Negara Hukum yang Beretika

Baca juga: Kata Anies Baswedan soal UGM dan UII Kritik Jokowi: Artinya Ada Masalah Serius

Perwakilan guru besar ITB, Daryono Hadi Tjahjono mengatakan, tidak mengetahui identitas dari akun yang menampilkan video porno tersebut. Pasalnya, kegiatan ini via daring dan terbuka untuk umum.

Diduga, oknum tersebut secara sengaja menampilkan video tak senonoh untuk merusak kegiatan deklarasi.

"Mungkin ada pihak-pihak tertentu yang kurang senang apa yang kami lakukan ini. Kami memaklumi, mudah-mudahan beliau atau siapa pun yang membuat ini, segera disadarkan dan diampuni dosa-dosanya," kata Daryono usai deklarasi.

Hingga kegiatan deklarasi selesai, dia mengeklaim tidak ada tekanan dari pihak manapun. Daryono juga menegaskan, pernyataan sikap ini merupakan sikap akademisi, tidak mengatasnamakan lembaga ITB.

"Karena kita ingin proses ini berjalan dengan demokratis, karena kita koreksinya demokrasi, sehingga proses juga harus sedemokratis mungkin," ujar Daryono.

"Perbedaan-perbedaan pendapat antara yang satu dengan yang lain pasti ada. Kami sangat menghargai perbedaan pendapat," tambahnya.

Baca juga: "Jokowi Alumnus UGM Paling Memalukan" Sosok Gielbran Ketua BEM UGM yang Kritik Jokowi Hingga Viral

Daryono sebagai perwakilan dari guru besar ITB meminta maaf kepada para peserta yang hadir secara luring dan daring atas kejadian ini.

Untuk diketahui, dalam deklarasi itu, sejumlah guru besar dan dosen ITB mendorong pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2024 berjalan adil dan jujur.

Mereka juga mendesak pemerintah untuk bersikap netral dalam pesta demokrasi lima tahunan ini, serta mengutamakan kepentingan umum.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved